Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Warga Makassar Panik Isu Harga BBM Mau Naik, Ramai-ramai Antre di SPBU Pettarani

Antrean tampak mengular hingga di depan kantor Bawaslu Sulsel, lebih kurang 100 meter dari SPBU

|
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Muslimin Emba
Suasana antrean panjang kendaraan di SPBU 74.902.31 di Jl AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (31/3/2026) pukul 13.09 Wita. 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah warga Makassar panik soal isu harga BBM akan naik imbas perang Timur Tengah
  • Sejumlah kendaraan roda empat, tampak antre mengisi bahan bakar baik jenis pertalite ataupun solar
  • Antrean tampak mengular hingga di depan kantor Bawaslu Sulsel, lebih kurang 100 meter dari SPBU dekat pertigaan Jl AP Pettarani-Boulevard ini

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Antrean panjang kendaraan terjadi di di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (31/3/2026).

Seperti terpantau di SPBU 74.902.31 di Jl AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, pukul 13.09 Wita.

Sejumlah kendaraan roda empat, tampak antre mengisi bahan bakar baik jenis pertalite ataupun solar.

Antrean tampak mengular hingga di depan kantor Bawaslu Sulsel, lebih kurang 100 meter dari SPBU dekat pertigaan Jl AP Pettarani-Boulevard ini.

SPBU ini sederet dengan warung Coto Paraikatte, Kantor KPU Sulsel dan Kantor Bawaslu Sulsel.

"Sudah kurang lebih 30 menit ini antre," kata salah satu pengemudi mobil pikap, Rusdi (63) saat dihampiri.

Sebelum antre di SPBU 74.902.31 dirinya mengaku hendak melakukan pengisian pertalite di SPBU Jl Pengayoman.

Hanya saja, belum tiba giliran, pertalite di SPBU itu sudah habis.

"Dari sana (SPBU) Pengayoman tadi tapi sudah habis, makanya saya kesini," ujarnya.

Rusdi mengaku telah mengantre panjang karena mendengar kabar harga BBM bakal naik.

Ia pun membawa persiapan uang untuk mengisi ful tangki mobilnya.

"Memang sengaja untuk antre bensin karena dengar-dengar bensin mau naik," ucap warga Bara-barayya ini.

Hal senada diungkapkan pengemudi mobil Honda Brio kuning, Yayat (43).

Ia juga mengaku sudah antre lebih kurang setengah jam demi mengisi pertalite.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved