Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSBM XXVI

Pertama Kali, JK Absen di PSBM, Urus Misi Perdamaian di Thailand

Kabar ketidakhadiran Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI tersebut disampaikan Aksa Mahmud (80).

Tayang:
Penulis: Rudi Salam | Editor: Abdul Azis Alimuddin
Tribun-timur.com/Renaldi Cahyadi
PSBM - Suasana registrasi peserta PSBM di Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Makssar, Rabu (25/3/2026). 90 persen kamar di claro sudah dibooking.     

“Kalau kehabisan akal, bukan saudagar namanya,” kata Aksa.

Kapasitas Trio Saudagar itu juga pengusaha.

Kalla menjabat Dirut NV Hadji Kalla sekaligus Ketua Kadinda Sulsel.

Alwi Hamu wakil dan penerbit surat kabar Harian FAJAR.

Sedangkan Aksa, direktur Bosowa sekaligus Ketua Gapensi dan BPD HIPMI Sulsel.

Kalla lalu meyakinkan, pertemuan itu kelak sekaligus moment mengajak para pengusaha, saudagar rantau untuk membangun Masjid Al Markaz Al Islam.

Akhirnya, dengan alasan rasional bernuansa religius itu, Sang Jenderal akhirnya menyatakan kesediaan hadir di acara medio 1993 itu.

Setelah pertemuan Silaturahmi pengusaha itu dihelat di Balai Manunggal ABRI-Rakyat, tahun 1994, Jenderal M Jusuf pun meletakkan batu pertama proyek pusat baru peradaban Islam di Sulsel.

Aksa mengisahkan momen di kediaman Jenderal M Jusuf itu, sehari sebelum perhelatan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) ke-XXVI, 25-26 Maret 2026.

Sebelum sowan ke Jenderal M Jusuf, trio saudagar ini juga sudah lebih dulu berkomunikasi dan mendapat dukungan dari Gubernur Sulsel HZB Palaguna, dan Ketua Umum BPP Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Beddu Amang.

Sejak saat itulah, penyelenggara event PSBM ini senantiasa digelar bersama Kadin Sulsel, KKSS, Pemprov Sulsel.

Aksa menyebut, JK awalnya mengagendakan hadir. Namun, karena ada lawatan terjadwal di Bangkok, Kalla tak hadir.

“Tadi, Pak JK sampaikan tak bisa hadir, karena mau ke Thailand urus perdamaian,” ujarnya di podium halal bi halal KKDB Barru.

Forum besar mempertemukan para saudagar, pengusaha, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat jaringan ekonomi masyarakat Bugis-Makassar di tingkat nasional maupun global.

Kegiatan bertajuk “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh” tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang kolaborasi bagi para pelaku usaha untuk membahas peluang investasi, penguatan ekonomi daerah, hingga strategi menghadapi dinamika ekonomi global.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved