TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebanyak tiga Ketua RW dan sebelas Ketua RT membantu penyaluran zakat fitrah di Masjid Jabal Nur, Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea, Rabu (18/3/2026).
Dalam membantu penyaluran zakat fitrah ini, RT/RW melakukan pendataan terhadap warganya yang berhak menerima.
Pendataan dilakukan di masing-masing wilayah untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Selain itu, RT/RW juga turut membantu dan memfasilitasi warga untuk datang ke masjid menerima bantuan.
Ketua RT 003 RW 001 Kelurahan Parangloe, Zainal Arifin, mengatakan kegiatan RT/RW dalam membantu penyaluran zakat fitrah ini telah dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya.
Menurutnya, peran RT/RW sangat dibutuhkan karena mereka lebih mengetahui kondisi warganya.
Zainal mengungkapkan, dalam penyaluran zakat fitrah ini prosesnya dilakukan secara ketat.
Selain berdasarkan data warga kurang mampu dari RT/RW, dirinya sebagai amil zakat juga melakukan verifikasi langsung di lapangan terhadap data tersebut.
“RT yang mendata warganya, melihat siapa yang layak diberi zakat fitrah, kemudian dia setor kepada amil, kepada saya. Kemudian saya yang verifikasi, saya yang mengecek kembali,” jelasnya kepada Tribun-Timur.Com, Rabu (8/3/2026).
Ia mengatakan, penyaluran zakat ini diberikan kepada dua golongan yang berhak, yakni fakir miskin dan miskin.
Jumlah yang diberikan pun berbeda, yaitu 20 liter untuk fakir miskin dan 8 liter untuk kategori miskin.
“Kita khususkan pada janda-janda yang memang betul-betul tidak mampu, masuk golongan fakir dan mendapat pembagian 20 liter,” ucapnya.
Ia berharap penyaluran zakat fitrah ini dapat meringankan beban warga.
Ia juga berharap RT/RW terus kompak dalam mengawal kegiatan serta kebutuhan masyarakat.
"Sinergi antara RT/RW dan warga sangat penting agar penyaluran bantuan dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran," jelasnya.(*)