Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jelang Idul Fitri, 500 Imam Rawatib di Makassar Digembleng Perkuat Bacaan Alquran

Coaching Clinic merupakan kegiatan pelatihan dan pembinaan khusus bagi imam masjid yang rutin memimpin salat berjamaah. 

Tayang:
Editor: Ansar
Tribun-timur.com
IMAM RAWATIB - Coaching Clinic Imam Rawatib hasil kolaborasi Pemkot Makassar dan Bosowa Peduli di Masjid Agung 45 Makassar. Coaching Clinic merupakan kegiatan pelatihan dan pembinaan khusus bagi imam masjid yang rutin memimpin salat berjamaah.  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar berkolaborasi dengan Bosowa Peduli menggelar Coaching Clinic Imam Rawatib jelang Idul Fitri 2026.

Kegiatan ini diikuti sekira 500 imam masjid se-Kota Makassar.

Coaching Clinic merupakan kegiatan pelatihan dan pembinaan khusus bagi imam masjid yang rutin memimpin salat berjamaah. 

Program ini bertujuan meningkatkan kualitas bacaan Alquran, pemahaman tajwid, serta ketepatan tata cara memimpin salat.

Dalam kegiatan tersebut, para imam mendapatkan materi keagamaan, praktik langsung, hingga evaluasi kemampuan.

Selain aspek teknis ibadah, coaching clinic juga menekankan peran imam sebagai pembina umat dan rujukan masyarakat dalam persoalan keagamaan.

Melalui pembinaan ini, diharapkan tercipta standar kompetensi imam yang lebih merata di setiap masjid.

Program tersebut juga menjadi upaya menyiapkan kader imam generasi baru yang memiliki kemampuan keagamaan mumpuni.

Serta mampu berkontribusi dalam pembinaan kehidupan sosial keagamaan di tengah masyarakat.

Agenda berlangsung di Masjid Agung 45 Makassar, Jalan Urip Sumoharjo, Selasa (17/3/2026).

Acara dibuka langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

Dalam arahannya, ia menegaskan imam masjid harus memiliki kompetensi yang baik.

Terutama dalam bacaan Alquran dan tata cara memimpin salat.

Menurutnya, imam memiliki posisi penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat.

Imam tidak hanya memimpin salat.

Mereka juga menjadi rujukan jamaah dalam berbagai persoalan keagamaan.

Munafri mengaku masih menemukan perbedaan kualitas keimaman saat melakukan safari Ramadan.

Perbedaan itu terlihat pada cara dan kemampuan imam di sejumlah masjid di Makassar.

Kondisi tersebut dinilai menunjukkan perlunya kesepahaman bersama.

Tujuannya agar imam memiliki standar kemampuan yang sama.

“Selama ini saya berkeliling masjid di Makassar.

Cara imam berbeda-beda.

Karena itu dibutuhkan kesepahaman agar imam bisa memberi pencerahan,” ujarnya.

Ia menekankan penunjukan imam harus berdasarkan kemampuan.

Bukan sekadar faktor usia atau latar belakang tertentu.

Menurutnya, kualitas bacaan Alquran menjadi syarat utama.

Hal itu penting agar imam benar-benar layak memimpin salat.

Munafri mengajak peserta memanfaatkan kegiatan pembinaan ini.

Sebagai ruang belajar dan memperbaiki diri.

Ia menegaskan kegiatan ini bukan untuk menyalahkan praktik sebelumnya.

Namun sebagai upaya meningkatkan kualitas keimaman ke depan.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya regenerasi imam.

Para imam diminta menyiapkan calon penerus di masjid masing-masing.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan imam di masa mendatang.

Munafri juga menegaskan fungsi masjid lebih luas dari sekadar tempat ibadah.

Masjid merupakan pusat pembinaan umat dan tempat melahirkan generasi Qurani.

“Peran imam sangat penting dalam membina masyarakat,” tegasnya.

Coaching clinic ini menghadirkan dua narasumber.

Yakni Muammar Bakry dan Abdul Aziz Alareqi.

Kegiatan juga dihadiri Founder Bosowa Corporation, Aksa Mahmud.

Turut hadir Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved