Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

‎Iniastif Ketua RT Tamalanrea Tanam Dua Gorong-gorong Untuk Pengolahan Sampah Organik

‎Pembangunan Teba tersebut dilakukan bersama warga dengan memanfaatkan dua gorong-gorong yang ditanam di dalam tanah. 

Tayang:
Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Makmur
KELOLA SAMPAH - Ketua RT 002 RW 008 Kelurahan Tamalanrea Jufrianda Junus bersama warga membangun Teba sebagai tempat pengolahan sampah organik di wilayahnya, Selasa (5/5/2026). Teba adalah wadah pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos.  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua RT 002 RW 008 Kelurahan Tamalanrea, Juprianda Yunus, mulai menginisiasi pengelolaan sampah berbasis warga dengan membangun Teba (Tempat Olahan Sampah) untuk sampah organik.

‎Pembangunan Teba tersebut dilakukan bersama warga dengan memanfaatkan dua gorong-gorong yang ditanam di dalam tanah. 

‎Fasilitas ini nantinya digunakan untuk mengurai sampah organik menjadi pupuk kompos.

‎Juprianda mengatakan, pembuatan Teba merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah kelurahan agar setiap RT memiliki minimal satu titik pengolahan sampah.

‎“Iya, jadi saya buat baru kemarin itu. Memang diarahkan, minimal satu RT satu Teba,” ujarnya kepada Tribun-Timur.Com, Rabu (6/5/2026). 

‎Ia menilai, konsep satu Teba per RT lebih efektif dibandingkan jika hanya terpusat di tingkat RW. 

‎Dengan begitu, tanggung jawab pengelolaan sampah bisa merata di setiap wilayah.

‎“Memang bagus kalau per-RT, karena kalau per-RW, ada saja yang tidak bergerak. Jadi lebih baik masing-masing RT,” jelasnya.

‎Teba yang dibangun memiliki kedalaman hampir satu meter, dengan memanfaatkan dua gorong-gorong sebagai bangunan. 

‎Lubang tersebut digali di lahan kosong yang selama ini dimanfaatkan warga sebagai kebun bersama.

‎Meski lubang Teba telah selesai dibuat, fasilitas tersebut belum sepenuhnya difungsikan.

‎ Juprianda mengaku masih menunggu pendampingan dari penyuluh untuk memastikan pengelolaan berjalan sesuai prosedur.

‎“Belum digunakan, masih tunggu penyuluh. Katanya mau datang sekalian ajarkan juga bikin ecoenzim,” ujarnya.

‎Di sisi lain, kesadaran warga terkait pengelolaan sampah, kata dia, mulai tumbuh. 

‎Sejumlah warga secara mandiri sudah membawa sampah mereka ke Bank Sampah Unit (BSU).

‎“Lumayan, ada saja warga yang bawa sendiri sampahnya ke BSU,” katanya.

‎Di wilayah RW 008 sendiri, saat ini telah terdapat dua Bank Sampah Unit yang aktif, yakni BSU Cinta Damai dan BSU Al-Bayan.

‎“Di sini sudah ada dua BSU, jadi warga sudah mulai terbiasa memilah dan menyetor sampah,” jelasnya.

‎Juprianda berharap, kehadiran Teba di tingkat RT dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat, sekaligus mendukung program lingkungan di tingkat kelurahan.

‎“Harapannya, semua RT bisa punya Teba, jadi pengolahan sampah organik bisa selesai di wilayah masing-masing,” ucapnya

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved