Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Fenomena Baru Ramadan, 40 Persen Jamaah Itikaf Masjid Raya Makassar Gen Z

Jika pada tahun-tahun sebelumnya jamaah didominasi generasi milenial, kini antusiasme generasi Z justru meningkat.

Editor: Ansar
Tribun-timur.com
SALAT ITIKAF - Suasana malam Itikaf pertama di Masjid Raya Makassar, Jl Masjid Raya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (11/3/2026) dini hari. Jika pada tahun-tahun sebelumnya jamaah didominasi generasi milenial, kini antusiasme generasi Z justru meningkat. 

TRIBUN-TIMUR.COM — Fenomena menarik terlihat pada pelaksanaan itikaf 10 malam terakhir Ramadan di Masjid Raya Makassar.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya jamaah didominasi generasi milenial, kini antusiasme generasi Z justru meningkat.

Kelompok usia sekitar 14 hingga 29 tahun tampak semakin banyak mengikuti rangkaian salat lail di masjid tersebut.

Fenomena ini mulai terlihat sejak malam pertama i’tikaf, Rabu (11/3/2026).

Sekretaris Yayasan Pengurus Masjid Raya Makassar, Irfan Sanusi Baco, menyebut seluruh saf jamaah terisi penuh.

Baik di lantai dasar untuk jamaah perempuan maupun lantai dua bagi jamaah laki-laki.

Ia memperkirakan sekitar 10 ribu jamaah hadir pada malam pertama.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 40 persen berasal dari kalangan generasi Z.

Menurutnya, peningkatan partisipasi anak muda ini menjadi fenomena baru pada Ramadan tahun ini.

Rangkaian i’tikaf diawali dengan salat tahajud delapan rakaat.

Salat dipimpin dua imam asal Mesir, yakni Muhammad Ashraf Ibrahim Ali Ahmad Abdel Jawad dan Mohammed Ahmed Ahmed Al Syayed.

Keduanya memimpin salat secara bergantian masing-masing empat rakaat.

Setelah tahajud, jamaah melanjutkan ibadah dengan salat tasbih, salat sunnah hajat, salat taubat, dan ditutup witir.

Lantunan bacaan Alquran dari para imam disebut membuat suasana ibadah semakin khusyuk.

Pantauan di lokasi, menjelang malam kedua i’tikaf, jamaah generasi Z sudah mulai berdatangan.

Salah satunya Aras (18), siswa SMA Negeri 2 Makassar, yang datang bersama gurunya.

Ia mengaku rutin mengikuti i’tikaf di masjid tersebut karena suasananya nyaman dan fasilitasnya memadai.

Pengurus masjid juga menyiapkan sekitar 200 porsi sahur setiap malam bagi jamaah.

Namun jumlah tersebut belum mencukupi seluruh peserta i’tikaf.

Karena itu, pihak masjid membuka peluang bagi para dermawan untuk ikut membantu penyediaan konsumsi sahur.

Fenomena meningkatnya partisipasi generasi muda ini dinilai menjadi sinyal positif.

Khususnya dalam menumbuhkan semangat ibadah dan kebersamaan di kalangan anak muda pada penghujung Ramadan. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved