Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

Eks Pelatih Menembak Kodam Hasanuddin Pimpin RW Pabaeng-baeng

Ia adalah Ketua RW 007 Kelurahan Pa'baeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

|
Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com
PROFIL RW - Ketua RW 007 Kelurahan Pa'baeng-Baeng Peltu (Purn) Andi Safri. 35 tahun Andi Safri berdinas di TNI AD, kini memimpin 400 kepala keluarga sebagai ketua wilayah. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Setelah 35 tahun berdinas di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, Andi Safri melanjutkan pengabdian sebagai Ketua Rukun Warga (RW).

Ia adalah Ketua RW 007 Kelurahan Pa'baeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Selama bertugas sebagai penjaga kedaulatan NKRI, Andi Safri memiliki kisah perjalanan panjang sejak awal masuk tentara hingga pensiun pada 2023.

Andi Safri lahir di Ujung Pandang, 1 Februari 1970.

Andi Safri bercerita, keinginannya menjadi tentara sudah muncul sejak masih kecil.

Saat duduk di bangku SD kelas 5 dan 6, ia sudah senang melihat kegiatan militer.

Setiap peringatan HUT TNI 5 Oktober, ia berjalan kaki menyaksikan atraksi terjun payung TNI di sejumlah lokasi di Makassar, seperti kawasan Hasanuddin, Minasa Upa hingga Pantai Losari.

“Memang dari kecil saya suka dunia militer. Kalau ada kegiatan tentara, saya pasti datang lihat,” ujarnya kepada Tribun Timur, Senin (27/4/2026).

Seiring waktu, keinginan Safri menjadi penjaga pertahanan negara itu terus tumbuh.

Ia kemudian mendaftar TNI saat melihat lima orang sepupunya mempersiapkan berkas pendaftaran calon Tamtama Militer Sukarela (Tamtama Milsuk) pada 1988.

Tanpa sepengetahuan orang tua, Andi Safri ikut menyiapkan berkas pendaftaran. Ia bahkan meminta uang fotokopi dengan alasan untuk kebutuhan sekolah.

Saat mendaftar di Ajudan Jenderal Daerah Militer (Ajendam) Makassar yang kala itu masih berada di Jalan Garuda, ia menghadapi kendala karena jadwal tes bertepatan dengan ujian sekolah.

Ia memilih menyelesaikan ujian lebih dulu, lalu kembali ke lokasi pendaftaran dan meminta kesempatan mengikuti tes susulan.

Kesempatan itu datang. Dari ribuan peserta yang mendaftar, Andi Safri berhasil lolos hingga tahap akhir bersama ratusan peserta lainnya.

“Saya ingat sekali waktu itu, saya bersama peserta lainnya dipanggil masuk, lalu dikatakan kami lulus dan segera mengikuti pendidikan,” ucapnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved