Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga Cabai Rawit di Makassar Tembus Rp60 Ribu Per Kilogram, Bapanas Siapkan Pasokan dari Luar

Harga tersebut naik dibandingkan sebelum Ramadan yang berada di kisaran Rp 50 ribu per kg.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Faqih Imtiyaaz
CABAI RAWIT - Pedagang Ismail melayani pembeli cabai rawit di Pasar Terong, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (20/2/2026). Bapanas mempertimbangkan opsi mendatangkan pasokan cabai rawit dari provinsi lain untuk menjaga stabilitas harga. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Harga cabai rawit di Sulawesi Selatan (Sulsel) masih berada di atas harga rata-rata sejak awal Ramadan.

Di Pasar Terong, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, harga cabai rawit sempat dijual Rp 60 ribu per kilogram (kg) pada awal Ramadan.

Harga tersebut naik dibandingkan sebelum Ramadan yang berada di kisaran Rp 50 ribu per kg.

Memasuki pekan kedua Ramadan, harga cabai rawit kembali naik hingga Rp 70 ribu per kg.

Sementara pada pekan ketiga Ramadan, harga cabai rawit terpantau bertahan di kisaran Rp 60 ribu per kg.

Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Brigjen Pol Hermawan, menyebut produksi cabai rawit di daerah sentra belum maksimal.

Kondisi tersebut memengaruhi suplai di tengah meningkatnya permintaan selama Ramadan.

“Untuk cabai rawit kecil masih belum aman karena di sentra produksi saat ini memang belum maksimal,” ujar Brigjen Pol Hermawan saat ditemui di Jalan Padjonga Dg Ngalle, Kota Makassar, Rabu (11/3).

Menurutnya, hukum ekonomi sangat berpengaruh terhadap komoditas cabai rawit, terutama ketika suplai dan permintaan tidak seimbang.

Ia menjelaskan, salah satu penyebab menurunnya produksi adalah cuaca buruk yang terjadi di Sulsel dalam beberapa bulan terakhir.

“Cabai itu kalau musim hujan deras produksinya menurun, karena saat ditanam akarnya tidak boleh tergenang air. Itu yang menjadi kendala,” jelasnya.

Bapanas pun tengah mengevaluasi langkah untuk menjaga keterjangkauan harga cabai rawit di pasaran.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah mendatangkan pasokan dari daerah produsen lain di Indonesia.

“Ada kemungkinan didatangkan dari luar daerah, dari provinsi lain, bukan dari luar negeri,” katanya.

Saat ini, pihaknya masih memetakan wilayah sentra produksi cabai rawit di luar Sulsel.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved