Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

‎Camat Rappocini Respon Keluhan RT Buakana soal Warga Buang Sampah Sembarangan‎

‎Ia mengatakan akan segera mengonfirmasi laporan tersebut kepada Lurah Buakana untuk mengetahui secara pasti asal warga yang diduga membuang sampah

Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Makmur
Camat Rappocini, Yudistira Ekaputra Nugraha, menanggapi laporan Ketua RT di Kelurahan Buakana yang mengeluhkan adanya warga dari luar wilayahnya 

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Camat Rappocini, Yudistira Ekaputra Nugraha, menanggapi laporan Ketua RT di Kelurahan Buakana yang mengeluhkan adanya warga dari luar wilayahnya yang membuang sampah sembarangan di lingkungannya.

‎Ia mengatakan akan segera mengonfirmasi laporan tersebut kepada Lurah Buakana untuk mengetahui secara pasti asal warga yang diduga membuang sampah tersebut.

‎“Saya konfirmasi dulu ke lurahnya. Belum jelas juga ini warga dari mana, apakah dari antar RT, antar RW, antar kelurahan, atau memang dari luar wilayah,” ujarnya kepada Tribun-Timur.Com, Minggu (8/3/2026). 

‎Yudistira menjelaskan, jika memang ditemukan pelanggaran, maka peran RT dan RW juga sangat penting untuk mengingatkan atau menegur warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan.

‎Menurutnya, pengawasan di tingkat RT/RW menjadi salah satu cara untuk mencegah kebiasaan membuang sampah tidak pada tempatnya.

‎Secara umum, kata dia, sistem pengelolaan sampah di wilayah Kecamatan Rappocini telah diatur melalui mekanisme pengangkutan oleh petugas kebersihan.

‎Ia menjelaskan, setiap kelurahan memiliki armada motor pengangkut sampah atau motor Viar yang beroperasi di kawasan permukiman warga.

‎Selain itu, terdapat pula mobil pengangkut sampah yang bertugas di jalan-jalan protokol.

‎“Di kelurahan ada motor sampah yang masuk ke kawasan perumahan. Kemudian ada mobil sampah yang melayani jalan-jalan protokol,” jelasnya.

‎Sampah yang telah dikumpulkan oleh petugas dari lingkungan warga kemudian dibawa ke titik pengumpulan sementara sebelum dipindahkan ke armada pengangkut yang menuju ke tempat ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). 

‎Ia menambahkan, jadwal pengangkutan sampah di setiap kelurahan juga telah diatur oleh pihak kelurahan dan diawasi oleh petugas kebersihan.

‎"Petugas juga melakukan penyisiran sampah di lingkungan warga hingga dua kali untuk memastikan tidak ada sampah yang tertinggal," katanya. 

‎Yudistira berharap masyarakat dapat ikut berperan aktif dengan mengumpulkan sampah rumah tangga di titik penjemputan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

‎Terkait usulan pemasangan kamera pengawas atau CCTV untuk memantau pelaku pembuangan sampah sembarangan, ia mengatakan hal tersebut pernah dilakukan di beberapa lorong oleh Dinas Kominfo.

‎Namun, pemasangan CCTV tersebut belum menjangkau seluruh lorong di wilayahnya. 

‎Meski begitu, ia memastikan akan menindaklanjuti laporan warga dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak kelurahan.

‎“Ini akan saya konfirmasi dulu ke lurahnya, supaya jelas dulu informasinya,” ucapnya. 

‎Sementara itu, Lurah Buakana Yusrina belum menanggapi permintaan wawancara yang dikirimkan hingga berita ini dimuat. 

‎Sebelumnya, Ketua RT 003 RW 001 Kelurahan Buakana, Irawati, kesal karena ada warga dari luar wilayah yang masuk membuang sampah sembarangan di wilayahnya.

‎Sampah tersebut dibuang di ujung Jalan Rappocini Raya Lorong 6.

‎Padahal, menurutnya, ia bersama para warga telah giat dan rutin membersihkan sampah di wilayah tersebut.

‎"Kalau kami giat membersihkan di sekitar lorong, tapi ada saja orang dari luar yang masuk membuang sembarangan," jelasnya, Minggu (8/3/2026).

‎Sampah yang dibuang tersebut, menurutnya, sangat mengganggu kebersihan lingkungan.

‎Karena itu, Ira mengintensifkan patroli hingga dini hari untuk mencari tahu siapa yang membuang sampah di wilayahnya.

‎Patroli tersebut dilakukan sebagai lanjutan dari kegiatan posko keamanan yang ia jalankan bersama jajaran RT lain di RW 001.

‎Ia menyebut patroli dilakukan pada waktu-waktu tertentu saat aktivitas warga mulai sepi.

‎"Jam dua, jam tiga subuh kita patroli," ucapnya.

‎Ia mengungkapkan telah memiliki dugaan dari mana asal warga yang kerap membuang sampah tersebut.

‎Menurutnya, pernah ada pengendara bentor yang dicurigai membawa sampah untuk dibuang di wilayah itu.

‎"Adaji pabentor pernah kita curigai bawa sampah. Baru mau mendekat sudah kita suruh pulang," ucapnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved