Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

Lorong Bebas Sampah di RW Bontolebang, Cara Sulaiman Jaga Drainase Makassar

‎Wilayah yang berada di bantaran kanal membuat saluran drainase harus selalu dalam kondisi bersih. 

Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Makmur
PROFIL RW - Ketua RW 002 Bontolebang Sulaiman saat berada di Kantor Kelurahan Bontolebang, Kecamatan Mamajang, Rabu (8/4/2026). Sulaiman fokus menangani sampah yang menjadi salah satu penyebab banjir di wilayahnya.  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bagi Muhammad Sulaiman, persoalan sampah di lingkungannya bukan sekadar urusan kebersihan.

‎Di RW 002 Kelurahan Bontolebang, Kecamatan Mamajang, sampah berkaitan langsung dengan ancaman banjir yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

‎Wilayah yang berada di bantaran kanal membuat saluran drainase harus selalu dalam kondisi bersih. 

‎Sedikit saja tersumbat, air dapat dengan cepat meluap ke permukiman warga.

‎“Kuncinya sebenarnya di sampah. Kalau sampah tidak beres, drainase pasti ikut terganggu,” kata Sulaiman kepada Tribun Timur, Rabu (8/4/2026).

‎Sebagai pemimpin lingkungan, ia mengusung pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pengangkutan sampah, tetapi juga perubahan kebiasaan warga.

‎Dengan jumlah penduduk sekitar 900 hingga 1.000 jiwa atau 300 kepala keluarga, ia menyadari solusi harus melibatkan seluruh elemen masyarakat.

‎Langkah awal yang dilakukan adalah mengedukasi warga untuk memilah sampah dari rumah. 

‎Sampah basah seperti sisa makanan diarahkan untuk diolah melalui komposter dan biopori, sementara sampah plastik dikumpulkan ke Bank Sampah Unit (BSU) “Asoka” yang baru diluncurkan.

‎Melalui program ini, sampah plastik tidak lagi dianggap sebagai limbah, melainkan memiliki nilai ekonomi. 

‎Warga dapat mengumpulkan botol atau kemasan plastik, lalu hasilnya dimanfaatkan untuk membantu membayar iuran sampah.

‎“Minimal bisa meringankan iuran sampah. Dari situ kesadaran mulai tumbuh,” ujarnya.

‎Peran RT pun diperkuat. Setiap RT diwajibkan mengumpulkan sampah plastik dari warganya. 

‎Hasil penjualannya tidak dibagi secara pribadi, melainkan dikumpulkan sebagai kas RW untuk mendukung kegiatan lingkungan.

‎Untuk memperkuat upaya tersebut, Sulaiman juga membuat satu titik percontohan melalui program “Lorong Bebas Sampah” di Lorong 1 Setapak 1.

‎Konsepnya sederhana, namun tegas. Warga tidak lagi diperbolehkan menumpuk sampah di depan rumah. 

‎Sampah hanya boleh dikeluarkan saat jadwal pengangkutan.

‎Dengan cara ini, lorong tetap bersih sepanjang hari, bukan hanya saat sampah diangkut.

‎Sementara itu, untuk mengatasi endapan lumpur dan sampah di drainase, Sulaiman bersama para ketua RT memilih jalur kolaborasi. 

‎Mereka menyusun proposal dan menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, mulai dari perusahaan hingga relasi yang memiliki kepedulian.

‎“Ini tidak bisa kami tangani sendiri. Harus ada dukungan,” katanya.

‎Di tengah berbagai upaya tersebut, Sulaiman berharap volume sampah dapat terus ditekan.

‎Baginya, perubahan tidak bisa terjadi secara instan. Harus dimulai dari contoh, dibangun secara bertahap, dan dijaga bersama oleh seluruh warga.


‎Nama: Muhammad Sulaiman
Jabatan: Ketua RW 002 Kelurahan Bontolebang
‎Tempat Tanggal Lahir: Makassar, 5 Mei 1975
‎Alamat: Jalan Veteran Selatan Lorong 3 Nomor 249 A
‎Pendidikan: DIII Ekonomi STIEM Bongaya Makassar
‎Pekerjaan: Ketua RW, Buruh lepas
‎Hobi: Mancing
‎Jumlah penduduk: 300 KK

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved