Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Israel Serang Iran

Israel-AS Serang Iran, Prof Arifuddin Ahmad: Indonesia Harus Keluar dari Perjanjian BOP

Prof Dr H Arifuddin Ahmad, mengatakan konflik Iran dan Israel-AS sudah berlangsung lama

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com
Prof Arifuddin Ahmad 

Ringkasan Berita:
  • Prof Dr H Arifuddin Ahmad, mengatakan konflik Iran dan Israel-AS sudah berlangsung lama
  • Dari kajian historis, akar konflik itu tidak terlepas dari penguasaan Masjidil Aqsha, di Yerusalem, Palestina

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Terbunuhnya pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei dalam serangan Israel-AS di Kota Teheran, memicu kekhawatiran eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah, kian meluas.

Guru Besar Ilmu Hadits Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Prof Dr H Arifuddin Ahmad, mengatakan konflik Iran dan Israel-AS sudah berlangsung lama.

Ia menjelaskan dari kajian historis, akar konflik itu tidak terlepas dari penguasaan Masjidil Aqsha, di Yerusalem, Palestina.

"Ini pandangan pribadi saya ya, tidak mewakili organisasi dan institusi," kata Prof Dr H Arifuddin kepada tribun.

Israel kata Prof Arifuddin, tetap bersikukuh ingin menguasai Masjidil Aqsha karena menganggap tempat suci itu adalah bagian dari wilayahnya.

"Israel tidak hanya sebetulnya ingin kembali karena merasa itu adalah wilayahnya, tetapi boleh jadi ada keyakinan bahwa kalau kita menguasai wilayah itu (Masjidil Aqsha) kita akan memimpin dunia," ungkapnya.

Di lain sisi, Iran yang pro terhadap perjuangan rakyat Palestina, dianggap Israel sebagai ancaman serius dalam mewujudkan ambisinya.

Olehnya itu, kata Prof Arifuddin, Amerika Serikat yang berkoalisi dengan Israel akan melawan setiap negara atau kelompok yang menjadi ancaman bagi ambisi zionis.

Dan itu sudah dibuktikan Amerika Serikat bersama Israel yang melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) kemarin.

Serangan ke sejumlah kota Iran termasuk pusat kota Teheran itu, mengakibatkan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei meninggal dunia.

Bagi, Prof Arifuddin, konflik yang berakar pada penguasaan Masjidil Aqsha ini, harusnya menjadi momentum negara di Timur Tengah khususnya dunia Islam untuk bersatu.

"Ini adalah satu momentum bahwa seharusnya Timur Tengah dalam hal ini dunia Islam itu bisa berfikir," jelasnya.

Khusus di Palestina kata dia, ada dua kelompok yang harus lebih dahulu menyatukan sikap.

Yaitu kelompok Hamas dan Fatah jika ingin memerdekakan Palestina.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved