Makan Siang Gratis
Pengamat Soroti Gizi Menu Kering MBG, BGN Wajib Evaluasi SPPG
Menu kering MBG selama Ramadan 2026 viral dan dikeluhkan. Pengamat menilai tidak memenuhi gizi, bahkan ada SPPG yang tidak membagikan susu.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) jadi sorotan selama Ramadan 2026.
- Menu kering dinilai tidak memenuhi gizi, bahkan ada SPPG yang tidak membagikan susu.
- Pengamat menilai pembagian tidak efisien dan harus dievaluasi.
- DPR menegaskan makanan bergizi adalah hak dasar anak. Program MBG wajib transparan, tepat sasaran, dan diawasi ketat.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Paket Makan Bergizi Gratis (MBG) jadi sorotan tajam selama Ramadan 2026 ini.
Viral di media sosial, menu kering MBG dibagikan setiap harinya nampak dikeluhkan.
Salah satu sekolah di Makassar, menu MBG hanya kripik singkong, satu buah telur rebus dan satu jeruk.
Siswa sekolah lainnya di BTP mendapat roti isian, telur, susu dan dua buah pisang.
Pengamat Kebijakan Publik Muh Kafrawy Saenong menyebut, menu MBG ini jauh dari harapan.
Utamanya dalam memenuhi misinya, meningkatkan gizi anak-anak di Indonesia
"Kalau kita melihat nyata di lapangan ya. MBG tidak sesuai harapan walaupun pihak MBG konfirmasi dari pusat bahwa jatahnya itu satu porsi Rp 8 ribu. Tapi ketika dilihat jauh dari harapan, bukan hanya dari sisi harga. Tapi dari gizi juga orangtua banyak tidak melihat ada bentuk gizinya," kata Kafrawy Saenong kepada Tribun-Timur.com, pada Minggu (1/3/2026).
Kafrawy menyebut pilihan menu pelaksanaan MBG selama ramadan ini tidak memenuhi kebutuhan gizi.
Pembagian tiap hari pun disebutnya tidak efisien.
Mengingat makan yang diberikan cenderung menu kering ataupun olahan.
Sebaiknya, menu MBG disebutnya dibagi tiap awal pekan
"Tentu kadang MBG ini harus efisien. Dengan mengandalkan paket kering misalnya itu bisa dilakukan satu kali sepekan. Itu lebih efektif dibanding dilakukan setiap hari. banyak buang energi. Ini sebenarnya bahan masukan kepada MBG bukan hanya di Makassar, Sulsel tapi sepertinya ini nasional. Ini viral ya," kata Direktur Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) ini.
Dengan pembagian tiap pekan, kinerja SPPG sebenarnya lebih efisien.
Satu hal lagi menjadi sorotan, yakni perbedaan standar menu tiap-tiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Paling mencolok yakni menu susu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-1-Maret-mag.jpg)