Gotong Royong Ubah Sampah Jadi Bangku untuk SD Barrang Lompo
Program ini menjadi langkah konkret pengelolaan limbah plastik berbasis kolaborasi dengan melibatkan partisipasi warga
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tumpukan sampah plastik yang kerap dianggap tak bernilai kini menjelma menjadi bangku dan meja sekolah bagi siswa di wilayah kepulauan, lewat Program Gotong Royong Bangku Pendidikan yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar bersama Komunitas Masyarakat Daur Ulang Untia dan Rappo Indonesia.
Program ini menjadi langkah konkret pengelolaan limbah plastik berbasis kolaborasi dengan melibatkan partisipasi warga dari 15 kecamatan se-Kota Makassar serta mendorong praktik ekonomi sirkular di Kelurahan Untia sebagai kawasan pesisir.
Sejak November 2025, sebanyak 1.000 orang telah mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan sampah plastik yang benar, sementara 100 peserta yang didominasi perempuan mengikuti pelatihan daur ulang sederhana yang dapat dipraktikkan secara mandiri di rumah.
Partisipasi warga dari berbagai kecamatan tersebut berhasil mengumpulkan sampah plastik yang kemudian diolah menjadi 40 kursi dan 20 meja sekolah berbahan daur ulang.
Fasilitas hasil gotong royong itu secara resmi diserahkan pada Jumat, 13 Februari 2026, kepada SD Negeri Barrang Lompo di Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang diperingati setiap 21 Februari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar menyatakan bahwa program ini mempertegas pentingnya kolaborasi dalam pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.
“Program ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujarnya beberapa hari lalu.
Selain menghadirkan fasilitas belajar, program ini juga menjadi sarana edukasi lingkungan bagi siswa sejak usia dini agar memahami konsep Reduce, Reuse, Recycle atau 3R dalam kehidupan sehari-hari.
CEO Rappo Indonesia yang juga Anggota Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Akmal Idrus, menilai kolaborasi tersebut membuktikan limbah plastik memiliki nilai guna apabila dikelola secara tepat.
“Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bahwa sinergi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha mampu menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan sampah sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Akmal.
Melalui program ini, pengelolaan sampah terintegrasi tidak hanya menekan volume limbah plastik, tetapi juga menghadirkan nilai tambah sosial dan lingkungan sekaligus memperkuat komitmen pembangunan berkelanjutan di Kota Makassar.
| Warga Sekitar Tol Makassar Diberdayakan Lewat Program Daur Ulang Sampah Plastik |
|
|---|
| Waste-to-Energy |
|
|---|
| Kawasan Pelabuhan Bangsalae Siwa Penuh Sampah Plastik |
|
|---|
| Green Leadership Indonesia Lokakarya Daur Ulang Sampah di Gowa, Siswa dan Guru Antusias |
|
|---|
| Tiap Hari, Semen Tonasa Siap Olah 150 Ton Sampah Plastik Warga 11 Desa 3 Kecamatan di Pangkep |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Penyerahan-bangku-daur-ulang-plastik.jpg)