Makassar Mulia

Warga Sekitar Tol Makassar Diberdayakan Lewat Program Daur Ulang Sampah Plastik

Humas Pemkot Makassar
PROGRAM KOMUNITAS - PT Nusantara Infrastructure Tbk bersama Rappo Indonesia menggagas program “Komunitas Berdaya Nusantara”. Agenda dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Kantor Lurah Pannampu, Kecamatan Tallo, Rabu (13/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Warga sekitar tol Makassar diberdayakan lewat program daur ulang sampah plastik.
  • Program melibatkan perempuan dan meningkatkan pendapatan hingga Rp1,4 juta.
  • Sebanyak 1,2 ton sampah plastik berhasil diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Warga sekitar tol Makassar, khususnya di Kecamatan Tallo dan Untia, Biringkanaya diberdayakan melalui program pengelolaan sampah plastik berbasis ekonomi sirkular. 

Program tersebut digagas oleh PT Nusantara Infrastructure Tbk bersama Rappo Indonesia melalui program “Komunitas Berdaya Nusantara”.

Nusantara Infrastructure merupakan perusahaan infrastruktur asal Indonesia yang bergerak di berbagai sektor.

Mulai dari jalan tol, pelabuhan, energi, pengelolaan air, hingga infrastruktur telekomunikasi. 

Sementara Rappo Indonesia adalah startup asal Kota Makassar yang bergerak di bidang pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular. 

Adapun Komunitas Berdaya Nusantara yang digagas,  fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan limbah plastik menjadi produk kreatif dan bernilai ekonomi.

CEO Rappo Indonesia, Akmal Idrus mengatakan program CSR tersebut telah berjalan sejak 2025 dan kini memasuki tahun kedua pelaksanaan.

Melalui program ini, Nusantara Infrastructure bersama dengan Rappo Indonesia menghadirkan kolaborasi untuk mendukung pemberdayaan masyarakat.

Sekaligus menciptakan kelestarian lingkungan melalui pengelolaan limbah plastik menjadi produk kreatif yang ramah lingkungan. 

Menurutnya, Makassar sebagai kota metropolitan dan wilayah pesisir menghadapi tantangan besar terkait pengelolaan sampah.

“Tingginya konsumsi produk sekali pakai, meningkatnya volume sampah rumah tangga, serta masih terbatasnya pemilahan sampah dari sumber, ini menjadi tantangan bersama tentunya yang kita hadapi,” jelas Akmal dalam peringatan satu tahun Program Komunitas Berdaya Nusantara. 

Agenda berlangsung di Kantor Lurah Pannampu, Kecamatan Tallo, Rabu (13/5/2026). 

Akmal menjelaskan, program tersebut tidak hanya berfokus membersihkan sampah, tetapi juga membangun sistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

Selama program berjalan, sebanyak 19 perempuan dilibatkan dalam peningkatan green skill dan kegiatan produksi berbasis daur ulang.

“Keberlanjutan bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga membuka akses ekonomi dan kapasitas baru bagi masyarakat, khususnya perempuan yang ada di Kecamatan Tallo dan juga di Untia,” katanya.

Selain pelatihan, sebanyak 313 produk hasil olahan sampah plastik berhasil dipasarkan ke berbagai daerah.

Produk tersebut bahkan telah masuk ke pusat perbelanjaan nasional.

Program tersebut juga disebut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dengan peningkatan pendapatan hingga Rp1,4 juta per orang.

“Jadi ini lumayan ya, Rp1,4 juta mungkin bisa untuk kebutuhan keluarga,” ujarnya.

Dari sisi lingkungan, sebanyak 1,2 ton sampah plastik berhasil dikumpulkan dan diolah selama program berlangsung.

Material tersebut terdiri dari 343 kilogram HDPE dan 951 kilogram LDPE yang kemudian diolah menjadi berbagai produk upcycle.

Produk yang dihasilkan mulai dari merchandise ramah lingkungan hingga furnitur berbahan plastik daur ulang.

“Termasuk mimbar yang kita pakai hari ini, itu adalah karya hasil dari sampah plastik yang diolah di Rappo Indonesia,” katanya.

Keberhasilan program juga didukung mesin daur ulang yang didonasikan Nusantara Infrastructure kepada masyarakat melalui Rappo Indonesia.

Mesin ini menjadi infrastruktur penting dalam mendukung pengelolaan sampah plastik dari Kampung Berseri Nusantara, TPST3R Untia, serta berbagai pihak lainnya di Kota Makassar. 

Dalam satu tahun, mesin tersebut mampu memproduksi 17.298 lembar upcycle sheet atau sekitar 72 persen dari kapasitas maksimal tahunan.

“Jika kapasitas produksi dimaksimalkan sebanyak 24 ribu lembar upcycle sheet, ini dapat menghasilkan sekitar 12 ribu merchandise ramah lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Nusantara Infrastruktur Ramdhani Basri menilai, perempuan memiliki peran penting dalam penanganan persoalan sampah.

“Hari ini kita melihat, ternyata sebagian besar masalah sampah dapat diselesaikan oleh kaum wanita, khususnya ibu-ibu,” katanya.

Ia menyebut perusahaan melihat potensi besar sampah plastik untuk dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna tinggi.

Bukan hanya produk-produk fesyen, tapi juga saat ini ada teknologi yang sudah memberikan satu hasil bahwa sampah itu dapat dijadikan salah satu bahan materi untuk jalan tol. 

Selain itu, pihaknya juga membuka peluang pengembangan waste to energy bersama pemerintah daerah dan BUMD.

“Mungkin nanti kita bisa carikan mitra atau partner untuk membangun waste to energy di mana pemerintah daerah juga bisa mendapatkan pendapatan dari daerahnya,” katanya.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengapresiasi program pemberdayaan masyarakat berbasis pengelolaan sampah plastik yang dijalankan PT Nusantara Infrastructure Tbk bersama Rappo Indonesia di kawasan sekitar tol Makassar.

Menurut Munafri, program tersebut dinilai memberi dampak langsung bagi masyarakat karena tidak hanya sebatas konsep, tetapi telah berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Ini program yang sangat baik, sangat positif, karena benar-benar proses pemberdayaan itu tidak hanya di batasan wacana, tapi ini sudah benar-benar tereksekusi dengan baik,” ujar Munafri.

Ia mengatakan program tersebut telah memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di wilayah sekitar tol.

Selain meningkatkan pendapatan warga, program tersebut juga dinilai berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan ekonomi hijau.

“Meningkatkan kemampuan, kapasitas, dengan pelatihan ekonomi hijau. Dan ini menurut saya hal yang sangat baik,” ungkapnya.

Munafri juga menilai Nusantara Infrastructure konsisten menjalankan program sosial di tengah masyarakat, tidak hanya dalam isu pengelolaan sampah.

“Dan Nusantara Infrastructure tidak hanya di persoalan sampah ini, di tempat yang lain mereka juga hadir dengan kegiatan untuk proses penurunan angka stunting,” ujarnya.

Ia menyebut perusahaan tersebut turut melakukan intervensi langsung kepada masyarakat dalam penanganan stunting.

“Mengintervensi langsung kepada beberapa masyarakat yang benar-benar harus keluar, mulai dari awal sampai selesai keluar dari persoalan itu,” lanjutnya.

Munafri mengatakan kolaborasi dengan Rappo Indonesia sebagai social enterprise lokal menjadi nilai tambah dalam keberhasilan program pemberdayaan tersebut.

Menurutnya, masyarakat kini mulai memahami bahwa sampah dapat memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan benar.

“Bagaimana sampah itu tidak menjadi musuh tapi bisa memberikan penghasilan tambahan buat rumah tangga,” pesannya. (*)