Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ramadan 2026

Sekda Tegaskan Keamanan Ramadan, Camat Se-Makassar Diminta Awasi Anjal dan Gepeng

Mitigasi masalah ini dibahas dalam Rapat Koordinasi terkait Cipta Kondisi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kota Makassar. 

Tayang:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/SANOVRA JR
ILUSTRASI - Dua anak jalanan (anjal) tertidur di atas trotoar di Jl Yos Sudarso, Makassar. Selain masalah kemacetan, masalah rumit yang juga terus terjadi khususnya di Kota Makassar yakni permasalahan anak jalanan, pengemis, serta orang telantar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Memasuk Ramadan, tanggung jawab camat di Kota Makassar bertambah. 

Selain menjaga stabilitas pemerintahan wilayah, camat kini dituntut lebih aktif menjangkau anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng), hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Masalah sosial tersebut diprediksi meningkat selama Ramadan.

Mitigasi masalah ini dibahas dalam Rapat Koordinasi terkait Cipta Kondisi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kota Makassar

Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifli Nanda di ruang rapat Sekda lantai 3 Balaikota Makassar Jl Jenderal Ahmad Yani, Kamis (19/2/2026). 

Rapat dihadiri Asisten I Andi Muhammad Yasir, Kepala Dinas Sosial Andi Bukti Djufrie, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Hasanuddin, jajaran camat, hingga brberapa Kepala Bagian. 

Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifli Nanda menyampaikan, Ramadan membawa dua sisi dampak di tengah kehidupan masyarakat. 

Di satu sisi menghadirkan suasana religius dan semangat kebersamaan

Namun di sisi lain berpotensi memunculkan persoalan sosial yang perlu diantisipasi sejak dini oleh seluruh unsur pemerintah wilayah.

Karena itu, menciptakan keamanan dan ketertiban menjadi tanggung jawab wilayah, dengan camat sebagai garda terdepan.

“Setiap Ramadan selalu ada lonjakan pengemis, pemulung, dan anjal, gepeng. Ini PR kita bersama. Saya harap semua camat sudah memetakan titik-titik rawan di wilayahnya,” tegas Andi Zulkifli. 

Dari pemetaan Dinas Sosial Kota Makassar, potensi masalah sosial selama Ramadan dinilai cukup besar.

Karena itu, pemerintah membangun satu persepsi dan strategi bersama agar penanganan tidak berjalan parsial.

“Camat tidak bisa bekerja sendiri. Harus berkolaborasi dengan Dinsos, Kesbangpol, Satuan Polisi Pamong Praja, dan unsur lainnya, yang dikoordinatori Asisten I,” lanjut Zulkifli. 

Sementara itu, Sekda menegaskan sejumlah wilayah prioritas harus steril dari anjal dan gepeng, terutama kawasan Ujung Pandang, jalan protokol, dan area sekitar masjid besar seperti Masjid Raya dan Al Markaz.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved