Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kotak Kosong Antar Chaidir Syam Raih 2 Doktor, Prof Armin Arsyad: Lebih Hebat dari Pengujinya!

Bupati Maros dua periode, Andi Syafril Chaidir Syam meraih doktor dari Program Studi Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

|
Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com
PROMOSI DOKTOR - Bupati Maros, Chaidir Syam ujian promosi doktor Ilmu Politik, Rabu (11/2/2026). Prosesi ujian berlangsung sejak pukul 09.00 Wita di Auditorium Prof A Amiruddin Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS- Rabu, 12 Februari 2026, menjadi hari yang akan selalu dikenang Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam (49).

Di ruang sidang Program Studi Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), suasana penuh akademisi itu terasa hangat sekaligus bergemuruh tepuk tangan.

Sekretaris DPW PAN Sulawesi Selatan ini sedang menjalani sidang terbuka promosi doktor, momen yang mengukuhkan dirinya sebagai kepala daerah pertama di Sulsel menyandang dua gelar doktor.

Tak sekadar sidang formal, momen itu juga menjadi ajang pujian publik dari promotor, Prof Armin Arsyad, Guru Besar Ilmu Politik dan Sosial Unhas.

Dalam sambutannya, Armin bahkan membandingkan kemampuan Chaidir dengan para penguji.

“Chaidir Syam ini lebih hebat dari pengujinya. Satu-satunya yang punya dua gelar doktor di ruang ini,” kata Armin, disambut tepuk tangan hadirin.

Baca juga: Tak Pernah Bolos, Chaidir Syam Tuntaskan Pendidikan Doktor Ilmu Politik saat Pimpin Maros

Sidang ini dipimpin Prof Phill Sukri, Ketua Sidang sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas.

Fakultas ini dikenal mendidik lulusannya untuk menjadi kritis, analitis, dan solutif terhadap isu sosial-politik melalui pendekatan interdisipliner.

Chaidir bukanlah orang baru di dunia akademik.

Sebelumnya, ia telah meraih gelar doktor Ilmu Hukum dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar pada 2024.

Kini, disertasinya di bidang Ilmu Politik menyoroti fenomena calon tunggal dalam Pilkada Maros 2024, sebuah isu yang selama ini kerap menjadi sorotan publik.

Dalam disertasinya berjudul “Partai Politik dalam Perspektif Demokrasi: Studi Fenomena Calon Tunggal pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Maros Tahun 2024”, Chaidir mengkaji secara akademis bagaimana Pilkada tunggal memengaruhi partisipasi pemilih dan kualitas demokrasi lokal.

Fenomena ini, menurutnya, penting untuk menjadi refleksi dalam memperkuat demokrasi substansial di tingkat kabupaten.

Refleksi Politik
Pengalaman politik Chaidir pada Pilkada 2024 menjadi bagian utama disertasinya.

Awalnya, ia maju bersama Suhartina Bohari, Wakil Bupati Maros dan Ketua Golkar Maros, didukung koalisi sembilan partai.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved