Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kotak Kosong Antar Chaidir Syam Raih 2 Doktor, Prof Armin Arsyad: Lebih Hebat dari Pengujinya!

Bupati Maros dua periode, Andi Syafril Chaidir Syam meraih doktor dari Program Studi Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

|
Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com
PROMOSI DOKTOR - Bupati Maros, Chaidir Syam ujian promosi doktor Ilmu Politik, Rabu (11/2/2026). Prosesi ujian berlangsung sejak pukul 09.00 Wita di Auditorium Prof A Amiruddin Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas). 

Namun, rencana itu berubah ketika Suhartina tidak lolos tes kesehatan, memaksa Chaidir mencari pasangan baru hanya dalam waktu tiga hari.

Akhirnya, Muetazim Mansyur dipilih sebagai pasangan, dan mereka menghadapi fenomena kolom kosong yang “tidak benar-benar kosong” di Pilkada.

Menurutnya, spanduk kolom kosong bahkan terlihat lebih besar dibanding calon tunggal mereka.

Hasilnya, pasangan Chaidir-Muetazim memenangkan Pilkada dengan 64,01 persen suara, sementara kolom kosong memperoleh 35,99 persen.

Meski menang, partisipasi pemilih hanya 69,62 persen, sebuah catatan penting yang menjadi bahan analisis akademik.

Catatan Penguji

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, hadir sebagai penguji eksternal.

Ia mengaku harus meminta izin khusus kepada Menteri Dalam Negeri untuk hadir di tengah padatnya agenda.

“Pak Bupati memilih meneliti selama tiga tahun untuk menjawab secara akademis dan argumentatif fenomena calon tunggal,” ujarnya.

Meski memberi apresiasi, Bima juga memberi catatan kritis, terutama terkait penurunan partisipasi warga yang disebutkan dalam disertasi.

Menurutnya, demokrasi menjadi cenderung prosedural, sementara substansi partisipasi warga turun.

Di tengah suasana akademik, Chaidir menampakkan sisi manusiawi.

Ia mengenang almarhum ayahnya, Andi Syamsuddin, yang banyak membentuk karakter dan semangat pendidikannya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada ibundanya, Hj Andi Nadjemiah, dan sang istri, Ulfiah Nur Yusuf, yang terus memberi dukungan hingga studi doktoralnya rampung.

“Semoga Allah menempatkan beliau bersama orang-orang beriman,” ucapnya mengenang ayahnya.

“Istri saya yang terus mendorong. Saya hampir menyerah, tetapi beliau terus memberi semangat,” katanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved