Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Disdik Pastikan Siswa di Makassar Terdata di Dapodik

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar memastikan seluruh siswa yang diterima pada tahun ajaran 2025

Penulis: Siti Aminah | Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com
DAPODIK DINAS PENDIDIKAN-Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman diwawancara di ruang kerjanya, Kantor Dinas Pendidikan Jl AP Pettarani, Rabu (11/2/2026). Achi memastikan seluruh siswa telah terdata dalam dapodik. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -  Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar memastikan seluruh siswa yang diterima pada tahun ajaran 2025 telah terdaftar dalam data pokok pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen). 
 
Kepastian tersebut disampaikan menyusul adanya isu yang menyebutkan sejumlah siswa tidak terdata di Dapodik akibat persoalan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman menegaskan, berdasarkan data yang dimiliki, seluruh siswa telah terinput dan terdaftar sesuai sekolah masing-masing.

“Kami memastikan bahwa semua anak sudah terdata di Dapodik. Jadi kalau ada berita yang menyatakan tidak ada datanya di Dapodik, itu tidak benar,” tegas Achi Soleman di Kantor Dinas Pendidikan Jl Ap Pettarani, Rabu (11/2/2026). 

Ia menjelaskan, pada pelaksanaan SPMB tahun sebelumnya, kuota siswa ditetapkan maksimal 32 orang per kelas. 

Namun, tingginya minat pendaftar membuat beberapa sekolah mengajukan penambahan kuota.

Baca juga: Dinas Pendidikan Sinjai Terapkan Hanya 5 Hari Sekolah, Orang Tua Siswa Mendukung

Pemerintah pusat disebut telah menyetujui itu. 

Meski demikian, tidak semua sekolah mendapatkan persetujuan penambahan rombongan belajar.

Sehingga terjadi kelebihan siswa di sejumlah sekolah. Seperti SMP 22 Makassar.

Namun Disdik telah mengalihkan siswa yang melebihi kuota rombel tersebut ke sekolah lainnya. 

Misalnya di SMP Negeri 48 atau SMP Negeri 53 yang saat itu belum memenuhi kuota penerimaan.  

“Untuk siswa yang berlebih ini, kami carikan sekolah lain dan memastikan mereka tetap bersekolah serta terdata di Dapodik sesuai sekolah tujuan,” jelasnya.

Achi juga memastikan, meskipun ada perpindahan sekolah dari sekolah awal, seluruh siswa tetap mendapatkan hak pendidikan dan tercatat secara administrasi.

Ia mengakui, kekhawatiran orang tua umumnya muncul karena takut anaknya tidak terdaftar di Dapodik. 

Apalagi hal tersebut bisa berdampak pada penerbitan e-Rapor hingga ijazah.

“Itu yang kami antisipasi. Kami pastikan setiap anak terdata di Dapodik agar tidak ada masalah ke depan,” katanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved