Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

Mengabdi dari Lingkungan Terdekat, Kiprah Qadri Pasinringi Pimpin RW 008 Balang Baru

Qadri menempuh pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah dan meraih gelar Sarjana Pendidikan pada tahun 2018.

Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Makmur
SOSOK RT - Qadri Pasinringi, Ketua RW 008 Kelurahan Balang Baru, Kota Makassar, saat menjalankan aktivitas pelayanan dan koordinasi bersama warga di lingkungannya, Senin (9/2/2026). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Qadri Pasinringi, Ketua RW 008 Kelurahan Balang Baru, Kota Makassar, memimpin wilayah yang membawahi lima RT dengan jumlah penduduk sekitar 1.050 jiwa.

Ia menjabat sebagai Ketua RW untuk periode pertamanya setelah mendapat kepercayaan penuh dari warga.

Kepercayaan tersebut diemban Qadri dengan komitmen mengoordinasikan pelayanan pemerintahan serta menggerakkan berbagai kegiatan kemasyarakatan di tingkat lingkungan.

“Alasan saya menjadi Ketua RW adalah bagaimana warga bisa dibantu, didata dengan baik, dan pada akhirnya bisa lebih sejahtera, termasuk melalui pemberdayaan warga,” ujarnya.

Lahir di Makassar pada 1990, Qadri menempuh pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah dan meraih gelar Sarjana Pendidikan pada tahun 2018.

Di luar aktivitas sosialnya, ia juga berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Sejak 2014, Qadri mengabdi sebagai staf di Biro Umum Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Pengalaman birokrasi tersebut menjadi modal penting dalam menjalankan peran kepemimpinannya di tingkat RW.

Motivasi Qadri maju sebagai Ketua RW dilandasi keinginannya membangun tata kelola lingkungan yang transparan dan berbasis data.

Menurutnya, pendataan warga yang akurat merupakan fondasi utama dalam pemerataan pelayanan serta penyaluran program pemerintah.

Dalam kepemimpinannya, Qadri bersama para ketua RT memprioritaskan peningkatan keamanan, kebersihan lingkungan, dan penguatan kebersamaan warga.

Program kebersihan difokuskan pada pengelolaan sampah secara terkoordinasi dengan melibatkan petugas pengangkut sampah serta partisipasi aktif masyarakat.

Terkait penataan wilayah, pihak RW bersama pemerintah kelurahan telah melakukan sosialisasi dan imbauan kepada warga serta pelaku usaha agar tidak mendirikan bangunan di atas drainase maupun trotoar.

“Kami bersama pemerintah kelurahan telah menyosialisasikan kepada para pedagang di Jalan Abdul Kadir, yang masuk wilayah kami, agar tidak membangun di atas drainase,” jelasnya.

Dalam aspek keamanan, pengurus RW 008 telah membentuk sistem ronda malam dengan menunjuk tiga petugas keamanan lingkungan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved