Tribun RT RW
RT/RW Makassar - Jakarta Mendadak Siaga TB, Ada Apa?
Hal ini disampaikan Muh. Yusri Yunus, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sulsel.
Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
MAKASSAR, TRIBUN – Tantangan terbesar dalam memutus rantai penularan Tuberkulosis (TB) di Makassar adalah rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengakui kondisi kesehatannya.
Banyak pasien enggan memeriksakan diri karena takut stigma sosial atau menganggap TB sebagai “penyakit kutukan”.
Selain itu, durasi pengobatan yang mencapai enam bulan kerap menimbulkan kejenuhan.
Hal ini disampaikan Muh. Yusri Yunus, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sulsel.
“Banyak masyarakat belum tersadarkan bahwa dirinya sakit. Mereka takut di-stigma atau merasa sudah tidak bisa bersosialisasi. Ini menjadi tantangan berat kita,” kata Yusri, Jumat (16/1) baru ini.
Dinas Kesehatan Sulsel kini memperketat kriteria pelaporan kasus TB.
Jika sebelumnya batuk seminggu menjadi patokan, kini warga diimbau segera ke Puskesmas bila mengalami batuk lebih dari tiga hari, disertai gejala lain seperti kelelahan, gangguan tidur, penurunan nafsu makan, dan berat badan drastis.
Peran RT/RW sangat krusial.
Yusri menekankan bahwa mereka dapat membantu menyampaikan informasi kepada warga agar segera memeriksakan diri ke Puskesmas dan mengantisipasi komplikasi.
Pada 2025, Sulsel berhasil menjaring 64 persen dari target 45.762 kasus TB berkat tracing lapangan dan kolaborasi lintas OPD, didukung Peraturan Gubernur dan Rencana Aksi Daerah yang memperkuat peran RT/RW dalam memantau warganya.
Semua layanan pemeriksaan, dari Tes Cepat Molekuler (TCM) hingga pengobatan, tersedia gratis di Puskesmas.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan seluruh Rukun Warga (RW) memiliki Kampung Siaga TB sebagai upaya deteksi dini dan pengobatan pasien.
“Semua RW harus memilikinya. Kita memiliki 267 kelurahan, jadi semua RW harus memiliki Kampung Siaga TB,” kata Gubernur Pramono Anung Wibowo di Balai Kota.
Saat ini, tercatat 563 Kampung Siaga TB, dan Pemprov DKI berencana memperluas jumlahnya.
Gubernur menekankan penemuan lebih banyak kasus TB adalah hal positif karena memastikan pasien mendapatkan pengobatan tepat waktu.
| Pimpin 42 KK, Nurdiana Bangun Budaya Bersih dan Kebersamaan di Camba Berua |
|
|---|
| Jaga Fungsi Drainase, RT/RW Parang Layang Data Lapak Pedagang di Atas Got |
|
|---|
| Lapak Pallubasa Serigala Sudah Dibongkar, Kini Limbahnya Dipersoalkan |
|
|---|
| RT/RW 003 Parang Layang Edukasi Pedagang Pasar Cidu Larangan Jualan di Atas Fasum |
|
|---|
| Hadiah Lomba RT Makassar Rp100 Juta dari Wali Kota, Ini Cara Ikutnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/vaksin-tbc-1-1552025.jpg)