Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Cuaca Ekstrem

Hadapi Badai Angin Barat, BPBD Makassar Siagakan TRC dan Peralatan SAR Laut

Kepala BPBD Kota Makassar, Dr Fadli Tahar, menegaskan musim angin barat merupakan fase risiko tinggi

|
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ari Maryadi
TRIBUN TIMUR/Erlan Saputra
CUACA BURUK - Kepala BPBD Makassar Fadli Tahar bersama Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Rise Sandiyantanti saat memantau potensi cuaca buruk di wilayah pesisir Kota Makassar, Jumat (16/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Makassar dilanda cuaca ekstrem selama Januari
  • BPBD Makassar siagakan Tim Reaksi Cepat
  • Kepala BPBD Kota Makassar, Dr Fadli Tahar, menegaskan musim angin barat merupakan fase risiko tinggi

 

TRIBUN TIMUR, MAKASSAR - BPBD Kota Makassar menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan peralatan Search and Rescue SAR laut guna menghadapi dampak cuaca ekstrem selama musim angin barat. 

Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipatif untuk melindungi keselamatan masyarakat, khususnya di wilayah pulau dan pesisir Kota Makassar.

Musim angin barat yang ditandai dengan peningkatan kecepatan angin, gelombang laut tinggi.

Apalagi intensitas hujan lebat berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran, nelayan, dan transportasi laut. 

Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko kecelakaan laut hingga keadaan darurat di wilayah perairan.

Kepala BPBD Kota Makassar, Dr Fadli Tahar, menegaskan musim angin barat merupakan fase risiko tinggi.

Sehingga membutuhkan kesiapsiagaan lintas sektor dan respons cepat dari seluruh unsur kebencanaan.

Wilayah pulau dan pesisir memiliki kerentanan tinggi saat musim angin barat. 

“Karena itu, kita harus hadir lebih awal. BPBD Makassar menyiagakan personel TRC, peralatan SAR laut, serta memperkuat sistem komunikasi dan koordinasi lapangan selama 24 jam,” tegas Fadli Tahar, Jumat (16/1/2026).

Ia menjelaskan, kesiapsiagaan tersebut mencakup penempatan personel di sejumlah titik rawan serta kesiapan armada laut untuk merespons kondisi darurat. 

Selain itu, BPBD Makassar juga melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi cuaca dan perairan. 

Pemantauan dilakukan secara berkala dengan mengacu pada informasi dan peringatan dini resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Selain kesiapsiagaan internal, BPBD Kota Makassar juga memperkuat kolaborasi dengan Polres Pelabuhan Makassar dalam pengamanan dan penyelamatan wilayah pulau dan pesisir. 

Kolaborasi ini mencakup penguatan patroli laut dan pemetaan wilayah rawan di perairan Makassar. 

Respons cepat terhadap kondisi darurat, mulai dari kecelakaan laut hingga evakuasi warga pulau, juga disiapkan.

BPBD Makassar juga mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan pengguna transportasi laut agar senantiasa memantau perkembangan cuaca, mematuhi imbauan petugas, serta mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut.

Melalui kesiapsiagaan TRC, dukungan peralatan SAR laut, dan sinergi lintas sektor, BPBD Kota Makassar berharap risiko dan dampak cuaca ekstrem akibat musim angin barat dapat diminimalkan.

Ini sekaligus memastikan perlindungan maksimal bagi masyarakat di wilayah pulau dan pesisir.

Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Rise Sandiyantanti, menyatakan pihaknya siap bersinergi penuh dengan BPBD dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem selama musim angin barat.

Terlebih musim angin barat meningkatkan potensi kecelakaan laut. 

Oleh karena itu, Polres Pelabuhan Makassar siap mendukung melalui patroli laut, pengamanan aktivitas pelayaran.

“Serta operasi penyelamatan apabila terjadi kondisi darurat. Keselamatan masyarakat pesisir dan pulau adalah prioritas kami,” ujarnya.

Prakiraan Cuaca BMKG 16 Januari 2026: Makassar dan Sekitarnya Diguyur Hujan hingga Sore

Warga Kota Makassar dan sekitarnya diperkirakan akan menghadapi kondisi cuaca hujan sepanjang Jumat, 16 Januari 2026. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar menyebut hujan berpotensi berlangsung hingga sore hari.

BMKG memprakirakan pada pagi hari hujan dengan intensitas sedang berpeluang terjadi di Makassar serta wilayah Pangkep, Gowa, Maros, dan Takalar. 

Sementara itu, hujan ringan diperkirakan turun di sejumlah daerah lainnya, antara lain Barru, Bone, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Pinrang, Parepare, Sidrap, dan Luwu. 

Adapun sebagian wilayah Sulawesi Selatan diprediksi berada dalam kondisi berawan.

Memasuki waktu siang hingga sore, peluang hujan ringan masih terbuka di sebagian besar wilayah Sulsel, termasuk Kota Makassar. 

Namun, BMKG mencatat beberapa daerah seperti Gowa, Maros, dan Luwu Timur berpotensi mengalami hujan dengan intensitas lebih tinggi.

Di sisi lain, cuaca berawan diperkirakan mendominasi wilayah Parepare, Wajo, dan Kepulauan Selayar.

Pada malam hari, kondisi cuaca di Makassar dan sebagian besar wilayah Sulsel diprediksi relatif stabil dengan dominasi awan. 

Meski demikian, hujan ringan masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah, khususnya di Kabupaten Gowa.

BMKG imbau masyarakat agar tetap berhati-hati terhadap dampak cuaca.

Terutama bagi pengendara dan warga yang beraktivitas di luar rumah. 

Informasi cuaca terkini diimbau untuk terus dipantau melalui kanal resmi BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan kondisi atmosfer yang dinamis.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved