Kebakaran di Jalan Somba Opu
Tangis Jafar Pecah, Rumah dan Kenangan Puluhan Tahun Ludes Dilalap Api di Somba Opu Makassar
Rumah yang dibangunnya puluhan tahun, tempat membesarkan empat anak, kini tinggal puing hitam.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Tangis Jafar pecah di ujung lorong sempit kawasan pertokoan emas Somba Opu, Kelurahan Bulogading, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Selasa (13/12/2026) siang.
Matanya merah, suaranya bergetar, sementara di belakangnya asap masih membubung dari rumah yang baru saja menjadi abu.
Pria 60 tahun itu berdiri memeluk istrinya.
Rumah yang dibangunnya puluhan tahun, tempat membesarkan empat anak, kini tinggal puing hitam.
“Sabarki pak,” ucap Camat Ujung Pandang, Andi Husni, sambil menepuk pundaknya, mencoba menenangkan.
Namun Jafar hanya mengangguk, air matanya terus mengalir.
Ia mengaku mengetahui rumahnya terbakar bukan dari sirene, bukan pula dari petugas.
Kabar itu datang dari seorang tukang becak yang berteriak di depan warung makannya di Dermaga Kayu Bangko, sekitar 300 meter dari rumahnya.
“Saya lagi buka warung, tiba-tiba ada tukang becak teriak, eh rumahmu di belakang terbakar,” kata Jafar, suaranya tersengal menahan tangis.
Ia langsung meninggalkan warung dan berlari pulang.
Namun saat tiba, api sudah melahap lantai atas rumahnya.
“Saya naik di loteng lantai tiga, semua sudah ada api. Jatuh dari sebelah rumah,” ujarnya lirih.
Lampu padam, ia tak tahu dari mana api pertama kali muncul.
Tak ada waktu menyelamatkan apa pun.
Anak dan istrinya menariknya turun dari rumah yang mulai runtuh dilalap api.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/KORBAN-KEBAKARAN-Jafar-60-dan-istrinya-tak-kuasa.jpg)