Kebakaran di Jalan Somba Opu
Tangis Jafar Pecah, Rumah dan Kenangan Puluhan Tahun Ludes Dilalap Api di Somba Opu Makassar
Rumah yang dibangunnya puluhan tahun, tempat membesarkan empat anak, kini tinggal puing hitam.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ansar
“Jangan maki, pak. Turun maki. Sudah mi, saya lihat semua terbakar,” katanya, menirukan teriakan keluarga yang memaksanya pergi demi keselamatan.
Anaknya, Sandi (21), sempat tertidur saat api mulai merambat.
Ia terbangun karena hawa panas yang menusuk.
“Dia bilang rumah sudah terbakar. Waktu itu yang terbakar baru triplek, dia langsung loncat turun,” tutur Jafar.
Kini, Jafar tak tahu harus ke mana.
Semua yang ia miliki—pakaian, perabot, kenangan—habis dalam hitungan menit.
Kebakaran itu berdampak pada lima kepala keluarga.
Camat Ujung Pandang, Andi Husni, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan untuk diserahkan ke Dinas Sosial Kota Makassar.
“Kita buatkan laporan. Nanti Dinas Sosial akan menyalurkan bantuan,” katanya.
Meski sebagian korban berencana mengungsi ke rumah keluarga, pemerintah tetap akan mendirikan posko di sekitar lokasi.
“Rumah yang terbakar ada lima dengan lima kepala keluarga. Untuk sementara kita bangun posko pengungsian,” ujarnya.
Sebanyak 25 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah.
Api akhirnya padam, tapi bagi Jafar, kebakaran itu meninggalkan luka yang tak mudah dipadamkan—kehilangan rumah, dan kehilangan tempat pulang.
5 Rumah kebakaran
Kebakaran menghanguskan lima rumah di kawasan pertokoan emas Somba Opu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/KORBAN-KEBAKARAN-Jafar-60-dan-istrinya-tak-kuasa.jpg)