Tribun RT RW
Dukcapil Makassar Gencarkan Layanan Kependudukan Keliling di Wilayah Kepulauan
Sepanjang tahun 2025, Dukcapil Makassar memfokuskan pelayanan kependudukan di wilayah kepulauan.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Makassar terus menggencarkan layanan administrasi kependudukan keliling bagi warga di wilayah kepulauan.
Program ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan standar pelayanan yang setara antara wilayah daratan dan kepulauan, sejalan dengan arahan Wali Kota Makassar.
Sepanjang tahun 2025, Dukcapil Makassar memfokuskan pelayanan kependudukan di wilayah kepulauan.
Selain membuka layanan permanen di Pulau Barrang Lompo, Dukcapil juga membuka layanan di Kantor Kelurahan Kodingareng dan Kantor Kelurahan Barrang Caddi.
Dengan demikian, warga kepulauan tidak lagi terpusat pada satu lokasi pelayanan.
Namun, bagi pulau-pulau yang belum memiliki sarana perkantoran, Dukcapil menerapkan skema layanan keliling atau jemput bola.
“Kendala utama di pulau-pulau lain adalah belum tersedianya kantor yang dapat digunakan untuk membuka layanan permanen. Karena itu, ke depan kami akan mengintensifkan layanan mobile ke pulau-pulau tersebut,” ujar Kadis Dukcapil Makassar, Muh Hatim.
Melalui layanan capil keliling, warga dapat mengurus berbagai administrasi kependudukan, seperti perekaman dan pencetakan KTP elektronik, kartu keluarga, akta kelahiran, hingga akta kematian.
Seluruh proses pelayanan dilakukan langsung di lokasi pulau yang dikunjungi oleh tim Dukcapil.
Dukcapil Makassar berencana kembali menyusuri pulau-pulau terluar di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang pada Maret atau April mendatang.
Diketahui, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang memiliki delapan pulau, yakni Pulau Kodingareng (berpenghuni), Kodingareng Keke (tidak berpenghuni), Pulau Barrang Lompo, Pulau Barrang Caddi, Pulau Lumu-Lumu, Pulau Lanjukang, Pulau Bone Tambu, dan Pulau Langkai.
Kecamatan Kepulauan Sangkarrang memiliki luas wilayah sekitar 54,32 hektare dan merupakan kecamatan terkecil dari 15 kecamatan di Kota Makassar.
Jumlah penduduknya tercatat sebanyak 14.498 jiwa, terdiri atas 7.206 laki-laki dan 7.292 perempuan.
Layanan keliling ini ditujukan bagi pulau-pulau yang belum memiliki layanan permanen agar masyarakat tetap dapat mengakses pelayanan administrasi kependudukan tanpa harus menyeberang ke pulau lain.
Untuk memastikan layanan berjalan efektif, Dukcapil meminta peran aktif RT dan RW dalam menyosialisasikan jadwal layanan kepada warga.
Informasi mengenai jadwal dan jenis layanan akan diumumkan melalui media sosial Dukcapil serta dikoordinasikan dengan pemerintah kelurahan.
“Kami akan bersurat ke lurah, kemudian diteruskan ke RT dan RW. Selanjutnya RT/RW menyampaikan kepada warga, termasuk melalui masjid atau tempat ibadah, agar masyarakat dapat menyiapkan dokumen yang akan diurus,” jelasnya.
Dengan melibatkan RT/RW serta tokoh masyarakat, Dukcapil berharap informasi layanan capil keliling dapat tersebar lebih luas dan meningkatkan partisipasi warga kepulauan dalam memanfaatkan layanan jemput bola tersebut.(*)
| Jumat Bersih Karuwisi Utara, Warga dan RT/RW Gotong Royong di Jalan Barawaja |
|
|---|
| Tingkatkan Pelayanan Publik, Kecamatan Ujung Pandang Laksanakan Survei Kepuasan Masyarakat |
|
|---|
| Sosok Milda Damayanti, Perempuan di Balik Perubahan Lingkungan Gaddong |
|
|---|
| Strategi Camat Tallo Hadapi Dampak Kekeringan Akibat Kemarau Panjang |
|
|---|
| Penertiban Lapak di Bontoala Kondusif, Pedagang Bongkar Mandiri Sebelum Aparat Turun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kadis-Dukcapil-Makassar-Muh-Hatim.jpg)