Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kaleidoskop 2025

Sepanjang 2025, Dinsos Makassar Jaring 354 PSK, Gepeng, dan Anak Jalanan

PPKS tersebut didominasi anak jalanan (anjal) 102 orang, 88 gelandangan dan pengemis, tuna susila 59 orang. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com
ANAK JALANAN - Anak jalanan, gelandangan dan pengemis berhasil dijaring oleh Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Makassar beberapa waktu lalu. Mereka turun ke jalan meminta bekas kasih pengguna jalan. 

Lanjut Andi Bukti, berkurangnya anjal gepeng hasil dari penguatan penjangkauan lapangan serta kolaborasi lintas sektor yang dilakukan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar.

Melalui kerja sama lintas SKPD, warga binaan hasil asesmen dapat langsung dirujuk sesuai kebutuhan, baik untuk pendidikan, pelatihan kerja, maupun layanan kesehatan. 

Salah satu hasil konkret dari kolaborasi tersebut adalah pelatihan keterampilan pembuatan karangan bunga yang difasilitasi Dinas Tenaga Kerja kepada 20 anak pengemis dan orang terlantar pada November 2025.

Selain penguatan pascajangkauan, Dinsos Makassar juga membentuk posko di sembilan titik yang selama ini dikenal rawan aktivitas anak jalanan dan pengemis. 

Posko tersebut melibatkan pilar sosial seperti untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar tidak memberikan uang di jalan.

Langkah ini dinilai efektif menekan keberadaan anjal gepeng di sejumlah ruas jalan utama Kota Makassar.

Fenomena manusia silver yang sempat marak pada tahun-tahun sebelumnya juga berhasil ditekan hingga nyaris tidak ditemukan lagi.

Penjangkauan dilakukan secara rutin, dua hingga tiga kali dalam sepekan, mulai pagi hingga malam hari.

Konsistensi ini menjadi kunci agar anjal gepeng yang telah dijangkau tidak kembali ke jalan.

Upaya ini dinilai efektif menekan fenomena manusia silver yang sempat marak. 

Penjangkauan rutin dilakukan dua hingga tiga kali dalam sepekan, dari pagi hingga malam.

Dinsos juga melakukan penanganan WTS dan waria.

Dinsos menemukan banyak kasus yang terindikasi HIV. 

Setiap penjangkauan dapat menjangkau 20 hingga 50 orang. 

Seluruh kasus yang membutuhkan penanganan kesehatan lansung dirujuk ke rumah sakit. 

“Makassar masuk lima besar kasus HIV secara nasional, sehingga ini menjadi perhatian serius kami,” ungkapnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved