Cuaca Makassar
Waspada! Cuaca Ekstrem Makassar Diprediksi Jelang Pergantian Tahun 2026
Peringatan dini cuaca buruk berlaku 29 hingga 31 Desember atau menjelang pergantian tahun.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
"Keselamatan warga adalah prioritas utama. Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dekat wilayah rawan, agar tetap menjaga kesehatan dan melakukan langkah antisipasi sejak dini," sambungnya.
Munafri juga warga untuk berperan aktif melaporkan setiap kendala atau gangguan yang terjadi di lingkungan sekitar.
Pelaporan yang cepat dan akurat menjadi kunci agar penanganan dapat dilakukan secara sigap, tepat sasaran, dan terkoordinasi.
Sebagai wujud komitmen pelayanan publik yang responsif, Pemerintah Kota Makassar menyediakan aplikasi resmi Lontara+ sebagai kanal pengaduan masyarakat.
Melalui aplikasi ini, warga dapat dengan mudah menyampaikan laporan terkait genangan air, banjir, pohon tumbang, gangguan listrik, maupun potensi bahaya lainnya akibat cuaca ekstrem, sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait.
Peringatan dini cuaca wilayah Sulawesi Selatan, 29-31 Desember 2025:
Status Dampak Waspada (Warna Kuning)
Aspek: Longsor
Tingkat Keparahan: 25–50 persen.
- Longsor kecil mungkin terjadi. Jika pun terjadi, skalanya kecil (guguran tanah/batuan di lereng curam) dan bisa menutup jalan sementara.
Rekomendasi Tindakan:
- Tetap waspada di wilayah perbukitan saat hujan deras.
- Lakukan pemantauan rutin kondisi lereng.
- Edukasi masyarakat tentang tanda awal longsor (retakan tanah, pohon miring, air keruh).
Aspek: Banjir
Tingkat Keparahan: 25–50 persen.
- Banjir kecil kemungkinan terjadi, jika pun terjadi bersifat lokal, dengan genangan rendah (0–0,2 m) dan cenderung cepat surut.
Rekomendasi Tindakan:
- Tetap waspada terhadap hujan intensitas tinggi mendadak.
- Pemerintah daerah menyiapkan komunikasi darurat dasar.
- Masyarakat menjaga kebersihan drainase dan saluran air.
Status Dampak Siaga (warna oranye)
Aspek: Longsor
Tingkat Keparahan (50–75 persen)
- Longsor berpotensi menimbulkan kerusakan menengah: menutup akses jalan, merusak beberapa rumah, dan mengganggu aktivitas ekonomi lokal.
Rekomendasi Tindakan:
- Pemerintah desa & BPBD siapkan jalur evakuasi alternatif.
- Sosialisasi kepada warga di lereng rawan.
- Pangkas vegetasi berlebihan yang melemahkan lereng; perkuat vegetasi penahan tanah.
- Siapkan alat berat untuk membuka akses jalan jika tertimbun.
Aspek: Banjir
Tingkat Keparahan (50 –75 persen)
Banjir berpotensi terjadi dengan dampak sedang (genangan 0,2–0,5 m), dapat meluas di area permukiman rendah, mengganggu aktivitas harian, serta menimbulkan kerugian ekonomi menengah.
Rekomendasi Tindakan:
- BPBD menyiapkan tim siaga bencana & logistik dasar.
- Warga mulai amankan dokumen & barang penting.
- Aktifkan sistem peringatan dini.
- Perkuat koordinasi lintas instansi (PU, kesehatan, aparat desa).
Status Dampak Awas (warna merah)
Aspek: Longsor
Tingkat Keparahan (75–100 persen)
- Longsor besar sangat mungkin terjadi, berpotensi menimbun permukiman, memutus akses utama, menimbulkan korban jiwa & kerugian besar.
Rekomendasi Tindakan:
- Siapkan posko tanggap darurat & tempat pengungsian.
- Relokasi sementara warga di zona merah.
- Perketat patroli & monitoring harian.
Koordinasi cepat antar aparat, relawan, dan instansi teknis.
- Amankan infrastruktur vital (jembatan, jalan utama).
Aspek: Banjir
Tingkat Keparahan (75–100 persen)
- Banjir besar sangat mungkin terjadi dengan ketinggian >0,5 m; berdampak luas, berisiko terhadap keselamatan jiwa, infrastruktur, dan memicu pengungsian.
Rekomendasi Tindakan:
- Aktifkan posko siaga darurat bencana.
Laksanakan simulasi evakuasi & siapkan titik pengungsian.
- Warga wajib ikuti arahan pemerintah dengan disiplin.
- Siapkan logistik, kesehatan, dan jalur evakuasi.
- Perkuat koordinasi antar pemerintah daerah, aparat, TNI/Polri, dan relawan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Pengendara-roda-dua-dan-empat-melintas-di-Jl-Ap-Pettarani.jpg)