Cuaca Makassar
Waspada! Cuaca Ekstrem Makassar Diprediksi Jelang Pergantian Tahun 2026
Peringatan dini cuaca buruk berlaku 29 hingga 31 Desember atau menjelang pergantian tahun.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
"Kami imbau masyarakat untuk waspada serta mengupdate informasi cuaca dari BMKG," tuturnya.
Warga Bisa Lapor Bencana Lewat Lontara+
Menanggapi peringatan dini tersebut, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
Potensi dampak cuaca ekstrem, khususnya ancaman banjir, genangan air, dan pohon tumbang mengintai.
"Kami mengimbau untuk masyarakat memastikan saluran air atau drainase di lingkungan masing-masing berfungsi dengan baik dan tidak tersumbat di lingkungan rumah," ujar Munafri.
Orang nomor satu Kota Makassar itu juga, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas di luar rumah.
"Khususnya di area yang terdapat pepohonan besar atau pohon penghijauan di sepanjang jalan yang sewaktu-waktu berpotensi tumbang akibat angin kencang," imbuh politisi Golkar itu.
Munafri jugamengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga pemerintahan terbawah di tingkat kecamatan, kelurahan, serta RT dan RW.
Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu memerlukan langkah antisipatif.
Terutama di wilayah-wilayah yang rawan tergenang air, memiliki banyak pepohonan besar, serta titik-titik rawan yang berpotensi mengganggu aktivitas dan keselamatan warga.
"Selain itu, masyarakat juga perlu mengantisipasi potensi gangguan arus listrik yang dapat membahayakan, terutama bagi anak-anak. Jika melihat instalasi listrik yang berisiko, segera laporkan kepada pihak terkait," tuturnya.
Aparat wilayah diminta turun langsung ke lapangan untuk memastikan situasi lingkungan dan kondisi masyarakat tetap aman.
Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dan kerja cepat dalam menghadapi setiap potensi dampak cuaca ekstrem.
Setiap kejadian atau potensi gangguan akibat cuaca diminta segera dilaporkan secara berjenjang untuk ditindaklanjuti secepatnya.
"Perlu didirikan posko siaga di setiap kecamatan dan kelurahan guna mempercepat respons apabila terjadi genangan air, banjir, pohon tumbang, atau kondisi darurat lainnya," jelas Appi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Pengendara-roda-dua-dan-empat-melintas-di-Jl-Ap-Pettarani.jpg)