Sepeda Toa Makassar Dukung Urban Farming Lewat 1.000 Bibit Tanaman
Tepuk tangan para undangan terus menggema dalam acara pisah sambut Ketua Komunitas Sepeda Toa Makassar (STM).
Penulis: Rudi Salam | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Suasana meriah mewarnai lantai 1 Restoran Bambuden 1, Jalan Gunung Latimojong, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (18/12/2025) malam.
Tepuk tangan para undangan terus menggema dalam acara pisah sambut Ketua Komunitas Sepeda Toa Makassar (STM).
Puncak kemeriahan terlihat saat Hengky Rachmat Jaya Soetioso menerima bendera pataka sebagai tanda dimulainya kepengurusan STM periode 2026–2028.
Bendera pataka tersebut diserahkan langsung oleh Founder STM, Ichwan Njiolah, dan disaksikan Ketua STM periode 2024–2025, Fendy Honsujaya.
Prosesi serah terima kepemimpinan ini turut disaksikan Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Pemerintah Kota Makassar, Irwan Adnan, yang hadir mewakili Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.
Tak sekadar seremonial organisasi, acara pisah sambut ini juga sarat dengan pesan sosial dan kepedulian lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, STM menyerahkan secara simbolis 1.000 bibit tanaman kepada Yayasan Butta Porea sebagai bentuk dukungan terhadap Program Urban Farming Kota Makassar bertajuk #TanamiTanaTa.
Ribuan bibit tanaman yang diserahkan terdiri dari berbagai jenis, di antaranya terong, cabai, tomat, dan jahe.
Program ini diharapkan mampu mendorong penghijauan serta pemanfaatan lahan sempit di wilayah perkotaan.
Ketua STM, Hengky Rachmat Jaya Soetioso, mengatakan penyerahan bibit tanaman tersebut merupakan wujud komitmen komunitasnya untuk memberi dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
“Kami tidak hanya berolahraga, tetapi juga ingin bermanfaat bagi sesama, baik untuk keluarga maupun lingkungan sekitar,” ujar Hengky yang tampil mengenakan setelan merah.
Ke depan, STM berkomitmen mendukung berbagai program pemerintah daerah, khususnya di bidang urban farming.
Selain itu, komunitas ini juga akan aktif dalam kegiatan sosial, seperti mengunjungi panti asuhan hingga berbagi takjil kepada masyarakat.
Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Pemkot Makassar, Irwan Adnan, mengapresiasi langkah STM yang turut mendukung program urban farming.
Menurutnya, urban farming merupakan salah satu program unggulan Wali Kota Makassar yang dapat diterapkan di berbagai lokasi, termasuk di lahan terbatas dengan memaksimalkan ruang yang tersedia.
“Urban farming bukan hanya soal menanam, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk mencintai lingkungan, memanfaatkan ruang hijau, serta mendukung ketahanan pangan dan penghijauan di Kota Makassar,” kata Irwan Adnan.
Ia menilai langkah STM menjadi contoh nyata peran komunitas dalam memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.(*)
| Munafri: Urban Farming Gerakan Ketahanan Pangan Warga Makassar |
|
|---|
| Gerakkan RT/RW, Munafri Targetkan Urban Farming Jadi Kekuatan Pangan Makassar |
|
|---|
| Warga Bersama RT RW Baraya Panen Perdana Kangkung Hasil Urban Farming |
|
|---|
| Karuwisi Utara Bakal Integrasikan TPS3R dengan Urban Farming |
|
|---|
| Sosok Juragan Coto Ketua RW di Kelurahan Tammua Makassar, Gagas Urban Farming Makassar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sepeda-toa1.jpg)