Penjarahan Pasca Bencana, Sosiolog UNM: Antara Naluri Survival dan Memanfaatkan Situasi
Warga berbondong-bondong menjarah bahan pokok dari swalayan yang ada di sudut-sudut jalan.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Toko swalayan jadi sasaran penjarahan di Sumatera Barat maupun Sumatera Utara.
Pasca bencana banjir, kepanikan melanda warga.
Dalam berbagai rekaman video, toko swalayan menjadi incaran.
Warga berbondong-bondong menjarah bahan pokok dari swalayan yang ada di sudut-sudut jalan.
Sosiolog Universitas Negeri Makassar Idham Irwansyah menjelaskan krisis kebencanaan memang bisa menimbulkan perilaku sosial kompleks.
Termasuk dengan penjarahan yang dilakukan.
"Pada dasarnya bertahan hidup (survival) adalah naluri dasar manusia, saat bencana, otak kita aktifkan mode fight or flight (berjuang atau lari), di mana mengambil sumber daya jadi prioritas untuk bertahan," kata Idham Kadir saat dihubungi usai melaksakanan agenda pribadi pada Minggu (30/11/2025).
Dalam situasi darurat, respon masyarakan menjadi individualistik.
Sehingga orang hanya akan memprioritaskan keluarga mereka sendiri.
"Ini bukan kejahatan murni, tapi adaptasi evolusioner, mirip bagaimana hewan berebut makanan di alam liar. Namun, di masyarakat modern, naluri ini dibentuk oleh budaya," kata Idham.
Di Indonesia, ada nilai gotong royong biasanya dominan.
Namun momentum kebencana bisa berubah jadi egoisme jika bantuan lambat.
Di sisi lain, penjarahan seringkali lebih dari sekadar survival, ada unsur memanfaatkan situasi.
"Kekacauan bencana jadi celah bagi oportunis, penjarah bukan semua pelaku kelaparan, beberapa mungkin mengambil barang bukan untuk pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi untuk dijual kembali," lanjut Dosen UNM ini.
Secara sosiologis, naluri survival dan oportunisme saling mempengaruhi.
| Siapa Bakal Terdegradasi? Intip 4 Sisa Lawan Persijap, PSM Makassar, Madura United, dan Persis Solo |
|
|---|
| Ada Jalan Santai di Peringatan Hari Buruh di Makassar |
|
|---|
| Pendemo Soroti Upah Murah dan Kondisi Ekonomi Sulsel Lesu |
|
|---|
| Polda Sulsel Kerahkan 200 Personel, Ajak Warga Bayar Pajak Pengesahan via SIGNAL |
|
|---|
| Aksi May Day Kondusif, Dokkes Polda Sulsel Pastikan Layanan Medis Siap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Cuplikan-rekaman-penjarahan-di-wilayah-Sumatera-Utara-pasca-banjir-Sabtu-29112025.jpg)