Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Penjarahan Pasca Bencana, Sosiolog UNM: Antara Naluri Survival dan Memanfaatkan Situasi

Warga berbondong-bondong menjarah bahan pokok dari swalayan yang ada di sudut-sudut jalan.

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
Tribunnews.com/DOK PRIBADI
PENJARA HAN - Cuplikan rekaman penjarahan di wilayah Sumatera Utara pasca banjir Sabtu (29/11/2025). Sosiolog UNM menilai penjarahan pasca bencana merupakan naluri manusia bertahan hidup, disisi lain rawan dimanfaatkan pihak yang sengaja mengambil barang tertentu 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Toko swalayan jadi sasaran penjarahan di Sumatera Barat maupun Sumatera Utara.

Pasca bencana banjir, kepanikan melanda warga.

Dalam berbagai rekaman video, toko swalayan menjadi incaran. 

Warga berbondong-bondong menjarah bahan pokok dari swalayan yang ada di sudut-sudut jalan.

Sosiolog Universitas Negeri Makassar Idham Irwansyah menjelaskan krisis kebencanaan memang bisa menimbulkan perilaku sosial kompleks.

Termasuk dengan penjarahan yang dilakukan.

"Pada dasarnya bertahan hidup (survival) adalah naluri dasar manusia, saat bencana, otak kita aktifkan mode fight or flight (berjuang atau lari), di mana mengambil sumber daya jadi prioritas untuk bertahan," kata Idham Kadir saat dihubungi usai melaksakanan agenda pribadi pada Minggu (30/11/2025).

Dalam situasi darurat, respon masyarakan menjadi individualistik.

Sehingga orang hanya akan memprioritaskan keluarga mereka sendiri.

"Ini bukan kejahatan murni, tapi adaptasi evolusioner, mirip bagaimana hewan berebut makanan di alam liar. Namun, di masyarakat modern, naluri ini dibentuk oleh budaya," kata Idham.

Di Indonesia, ada nilai gotong royong biasanya dominan.

Namun momentum kebencana bisa berubah jadi egoisme jika bantuan lambat.

Di sisi lain, penjarahan seringkali lebih dari sekadar survival, ada unsur memanfaatkan situasi. 

"Kekacauan bencana jadi celah bagi oportunis, penjarah bukan semua pelaku kelaparan, beberapa mungkin mengambil barang bukan untuk pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi untuk dijual kembali," lanjut Dosen UNM ini.

Secara sosiologis, naluri survival dan oportunisme saling mempengaruhi. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved