Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

Sofian Arsyad: Terpilih Atau Tidak, Tetap Berbakti untuk Lingkungan

Di antara para kandidat yang bergerak dari lorong ke lorong, nama Sofian Arsyad kembali mencuri perhatian.

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Saldy Irawan
Istimewa/ISTIMEWA
CALON RT - Sofian Arsyad, Mantan Ketua RT 01 RW 13 Minasa Upa Makassar, Sulsel itu memilih turun lagi ke gelanggang setelah masa jabatannya berakhir pada Maret 2025. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Di Makassar, suasana lingkungan mulai terasa berbeda sejak pagi hari.

Warga terlihat lebih sering duduk di teras rumah, menyapa satu sama lain, dan menunggu tamu-tamu kecil yang datang dalam masa kampanye terbatas pemilihan Ketua RT dan RW.

Hari ini, tahapan kampanye itu resmi dimulai.

Selama tiga hari, 27 hingga 29 November 2025, para calon diberi ruang untuk berjalan dari rumah ke rumah, memperkenalkan diri sekaligus berbincang langsung dengan warga.

Di antara para kandidat yang bergerak dari lorong ke lorong, nama Sofian Arsyad kembali mencuri perhatian.

Mantan Ketua RT 01 RW 13 Minasa Upa itu memilih turun lagi ke gelanggang setelah masa jabatannya berakhir pada Maret 2025.

Ia tak menyangka warga masih menginginkan dirinya bertarung kembali.

“Warga datang, meminta langsung. Saya merasa tidak pantas menolak ketika dipercaya,” ujar Sofian sambil tersenyum kecil, seolah masih heran atas dukungan yang terus mengalir.

Kini ia menjadi kandidat nomor urut 3. Di wilayah yang dihuni sekitar 80 kepala keluarga itu, Sofian akan bersaing dengan dua calon lain.

Namun bagi dirinya, pemilihan ini bukan semata kompetisi.

Sofian berbicara tentang hal-hal yang ingin kembali ia perbaiki jika dipercaya memimpin, jalanan yang mulai rusak, saluran air yang kerap tersumbat, dan genangan yang setiap musim hujan membuat warga resah.

“Itu harus jadi kerja cepat. Lingkungan bersih bukan cuma enak dipandang, tapi juga bikin warga sehat,” katanya.

Namun ketika membahas perannya sebagai ketua RT, nada suaranya berubah lebih lembut. Baginya, jabatan itu jauh lebih dalam dari yang terlihat.

“Kalau ada warga sakit, ada bantuan darurat, ada banjir, atau sekadar tanda tangan mendadak—ketua RT pasti yang pertama dicari,” ucapnya. “Makanya saya selalu melihat jabatan ini sebagai bentuk pengabdian, bukan hanya urusan administrasi.”

Ia justru mengapresiasi hadirnya calon lain dalam pemilihan tahun ini.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved