Hari Santri 2025
Hari Santri di Makassar, Wali Kota ‘Salah Kostum’ Tak Pakai Sarung
Wali Kota Makassar beri sambutan di Hari Santri. Ratusan peserta bersarung, sang wali kota justru tampil beda dan disebut “salah kostum”.
Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sekitar 200 santri dari Pondok Pesantren Galesong Baru dan Ponpes Ulil Albab mengenakan sarung saat puncak perayaan Hari Santri di Al Markaz Al Islami, Jalan Sunu, Makassar, Rabu (22/10/2025).
Mereka menjadi tamu khusus perwakilan santri dari Kantor Kemenag Makassar.
Sekitar 200 pegawai Kemenag dan Kantor Urusan Agama (KUA) dari 15 kecamatan juga bergabung bersama ratusan tamu undangan.
Wali Kota Makassar didaulat memberi sambutan.
Namun ia terlihat “salah kostum” karena tidak mengenakan sarung seperti peserta lainnya.
Ia tampil dengan baju koko putih dan celana panjang warna gelap.
“Pak Wali ucapkan selamat Hari Santri, dan kami balas dengan terima kasih,” kata M Natsir, pegawai KUA Mariso.
Masjid Al Markaz Al Islami, berjarak sekitar 3 kilometer dari Balai Kota Makassar.
Perjalanan ke lokasi dapat ditempuh dalam waktu 10–15 menit menggunakan kendaraan.
Baca juga: Santri Maros Ikuti Apel Hari Santri, Chaidir: Kuasai Teknologi dan Jadi Pelopor Kemajuan
Selain Makassar Hari Santri 2025 diperingati di berbagai kabupaten di Sulsel.
Termasuk Maros.
Kegiatan berpusat di Lapangan Pallantikang, Rabu (22/10/2025).
Seluruh petugas upacara berasal dari kalangan santri.
Bupati Maros, Chaidir Syam, bertindak sebagai pembina apel.
Dalam sambutan, Chaidir menekankan santri bukan hanya penjaga surau, tetapi juga penjaga moral, nilai, dan peradaban bangsa.
Hari Santri
Wali Kota Makassar
Munafri Arifuddin
Multiangle
Salah Kostum
Santri Makassar
Kemenag Sulsel
Makassar
Pondok Pesantren Galesong Baru
| LPEKIN Suguhkan Makanan dan Minuman Gratis di Hari Santri Nasional |
|
|---|
| Tugas dan Fungsi Ditjen Pesantren, Prabowo Sudah Setujui Usulan Kemenag |
|
|---|
| Peringati Hari Santri 2025, Wali Kota Makassar Tekankan Peran Santri Bangun Peradaban |
|
|---|
| Santri Luwu dan Tantangan Zaman: Dari Bahasa hingga Teknologi |
|
|---|
| Santri Maros Ikuti Apel Hari Santri, Chaidir: Kuasai Teknologi dan Jadi Pelopor Kemajuan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/202510-22-hari-santri-mks.jpg)