Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Berita Foto

Kios Banyak Tutup, New Makassar Mall Kian Lesu Ditinggal Pengunjung

Hanya sebagian kecil pedagang yang masih bertahan membuka lapaknya, sementara pengunjung yang datang pun bisa dihitung dengan jari.

Editor: Muh. Abdiwan
Kios Banyak Tutup, New Makassar Mall Kian Lesu Ditinggal Pengunjung - 20251020_DWN_New_Makassar_Mall_.jpg
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
SEPI PENGUNJUNG - Suasana di dalam gedung New Makassar Mall tampak sunyi saat diabadikan, Senin (20/10). Daya tarik New Makassar Mall, yang dulu dikenal sebagai pusat perbelanjaan terbesar dan terlengkap di kawasan Indonesia Timur, kini semakin meredup. Gedung yang dulunya ramai pengunjung kini tampak lengang dan sepi aktivitas jual beli.
Kios Banyak Tutup, New Makassar Mall Kian Lesu Ditinggal Pengunjung - 20251020_DWN_New_Makassar_Mall_1.jpg
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
SEPI PENGUNJUNG - Suasana di dalam gedung New Makassar Mall tampak sunyi saat diabadikan, Senin (20/10). Banyak kios yang tertutup rapat dengan papan bertuliskan “Disewakan/Dijual Tanpa Perantara” terpampang di depan pintu rolling door. 
Kios Banyak Tutup, New Makassar Mall Kian Lesu Ditinggal Pengunjung - 20251020_DWN_New_Makassar_Mall_2.jpg
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
SEPI PENGUNJUNG - Suasana di dalam gedung New Makassar Mall tampak sunyi saat diabadikan, Senin (20/10). Selain masalah fasilitas, banyaknya kios kosong memperparah suasana sepi. Sebagian besar unit kios dimiliki oleh pihak nonpedagang yang hanya membeli lodz untuk disewakan kembali, bukan untuk berjualan langsung.
Kios Banyak Tutup, New Makassar Mall Kian Lesu Ditinggal Pengunjung - 20251020_DWN_New_Makassar_Mall_4.jpg
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
SEPI PENGUNJUNG - Suasana di dalam gedung New Makassar Mall tampak sunyi saat diabadikan, Senin (20/10). Para pedagang berharap ada langkah nyata dari Pemerintah Kota Makassar sebagai pemilik aset serta pihak pengelola, PT Melati Tunggal Inti Raya, untuk menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di New Makassar Mall.
Kios Banyak Tutup, New Makassar Mall Kian Lesu Ditinggal Pengunjung - 20251020_DWN_New_Makassar_Mall_5.jpg
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
SEPI PENGUNJUNG - Suasana di dalam gedung New Makassar Mall tampak sunyi saat diabadikan, Senin (20/10). Hanya sebagian kecil pedagang yang masih bertahan membuka lapaknya, sementara pengunjung yang datang pun bisa dihitung dengan jari.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Daya tarik New Makassar Mall, yang dulu dikenal sebagai pusat perbelanjaan terbesar dan terlengkap di kawasan Indonesia Timur, kini semakin meredup. Gedung yang dulunya ramai pengunjung kini tampak lengang dan sepi aktivitas jual beli.

Dari pantauan Tribun di lokasi pada Senin (20/10), suasana di dalam gedung tampak sunyi. Banyak kios yang tertutup rapat dengan papan bertuliskan “Disewakan/Dijual Tanpa Perantara” terpampang di depan pintu rolling door. 

Hanya sebagian kecil pedagang yang masih bertahan membuka lapaknya, sementara pengunjung yang datang pun bisa dihitung dengan jari.

Selain masalah fasilitas, banyaknya kios kosong memperparah suasana sepi. Sebagian besar unit kios dimiliki oleh pihak nonpedagang yang hanya membeli lodz untuk disewakan kembali, bukan untuk berjualan langsung. Akibatnya, sebagian besar area pasar terlihat tidak hidup dan kurang menarik bagi pengunjung.

Para pedagang berharap ada langkah nyata dari Pemerintah Kota Makassar sebagai pemilik aset serta pihak pengelola, PT Melati Tunggal Inti Raya, untuk menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di New Makassar Mall.

Dulunya menjadi kebanggaan warga dan simbol aktivitas ekonomi rakyat, New Makassar Mall kini menghadapi tantangan besar di tengah tren belanja digital dan penurunan kualitas fasilitas.

Tanpa perbaikan serius, statusnya sebagai “Pusat Perbelanjaan Terbesar dan Terlengkap di Kawasan Indonesia Timur” bisa perlahan hilang hanya tinggal kenangan.

 

Sumber: Tribun Timur
Tags
GaleriFoto
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved