Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Makan Bergizi Gratis

45 SPPG di Makassar Layani 136.645 Penerima Manfaat MBG

Dari 45 SPPG yang ada, 136.645 siswa serta 1.991 balita, bumil, dan busui dijangkau oleh program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto itu.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM
MAKAN BERGIZI - Aktivitas Dapur SPPG Jeneponto Bontoramba 2 di Dangko, Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (29/9/2025) malam. Sebanyak 45 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Makassar jadi penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG).  

"Protap harus sesuai yang ada sekarang, untuk izin operasional dan lain-lain. Misalkan dari segi sanitasi tidak terpenuhi, makanya mereka tutup," ucap Achi ditemui di Balaikota Makassar Jl Jenderal Ahmad Yani, Senin (29/9/2025)

"Jadi bukan karena persoalan harga makanan. Lebih kepada proses sanitasi dapurnya, sama pengolahan limbahnya didalam," sambungnya

Kata Achi, dapur MBG tersebut akan kembali beroperasi jika sudah memenuhi SOP. 

Sebelumnya, beredar informasi tentang pemangkasan harga satuan makanan MBG di SPPG Panakukang 02 Makassar.

Baca juga: DPRD Sulsel: Anak Sekolah Harus Tetap Dapat MBG Meski Ada Dapur Ditutup

Penutupan dapur ini menyusul harga jatah makanan bergizi gratis Rp6500 seporsi.

Belasan pekerja l kehilangan pekerjaan. Ratusan siswa di sekolah penerima manfaat pun kembali bawa bekal dari rumah.

Mitra Badan Gizi Nasional (BGN), Arifin Gassing mengkonfirmasikan kejadian ini Jumat (26/9/2025).

“Saya juga tidak mengerti kenapa harus Rp 6.500. Padahal jelas petunjuk Presiden lebih besar dari itu,” ujarnya.

Katanya, perubahan tersebut sesuai petunjuk Kepala SPPG Surianty. 

Dapur MBG

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan, Pemkot akan meningkatkan pengawasan, edukasi, dan sinergi lintas dinas agar pelayanan gizi untuk program MBG tetap terjamin.

"Untuk MBG, kita menunggu Peraturan Presiden (Perpres) baru, sambil terus melakukan koordinasi dengan semua sekolah untuk memastikan pengawasan berjalan baik," tambah Appi.

Langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk mengantisipasi potensi keracunan makanan. 

Munafri menekankan pentingnya sertifikat higienis bagi seluruh penyedia makanan dalam program MBG sebagai jaminan keamanan pangan.

"Yang paling penting adalah setiap penyedia memiliki sertifikat higienis. Itu menjadi standar utama agar masyarakat, terutama anak-anak, mendapat asupan bergizi yang aman," tambahnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved