Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Paturungi Parawansa Meninggal

Prof Paturungi Parawansa Karaeng Tobo Berpulang, Gubernur Ikut Melayat

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, mantan Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, mantan Wali Kota Makassar Andi Heri Iskandar

|
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM
Saat Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman berbincang dengan Mantan Walikota Makassar Andi Heri Iskandar, Mantan Bupati Jeneponto Iksan Iskandar dan Rektor UNM Prof Karta Jayadi di rumah duka Rektor UNM saat masih bernama Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) priode 1982-1991, Prof, Dr, H Paturungi Parawansa Karaeng Tobo, di Jl Raya Pendidikan Komplek UNM Blok G1/3, Gunungsari Baru, Kecamatan Rappocini, Makassar, Selasa (16/9/2025). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Suasana duka menyelimuti keluarga besar Civitas Akademika Universitas Negeri Makassar (UNM) pada Selasa siang, 16 September 2025.

Salah satu putra terbaik, mantan Rektor UNM yang kala itu masih bernama IKIP Makassar periode 1982–1991, Prof Dr H Paturungi Parawansa Karaeng Tobo, telah berpulang ke rahmatullah.

Rumah duka yang terletak di Jl. Raya Pendidikan, Kompleks UNM Blok G1/3, Gunungsari Baru, Kecamatan Rappocini, Makassar, dipenuhi pelayat yang datang dari berbagai kalangan.

Wajah-wajah penuh duka hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok pendidik dan pemimpin yang sepanjang hidupnya mendedikasikan diri untuk kemajuan pendidikan Sulawesi Selatan.

Di antara para pelayat, tampak sejumlah tokoh penting hadir.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, mantan Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, mantan Wali Kota Makassar Andi Heri Iskandar, serta mantan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan turut memberikan penghormatan.

Gubernur Andi Sudirman, yang mengenakan kemeja putih dan peci hitam, sempat melihat langsung jenazah almarhum sebelum menyapa para pelayat lainnya.

Ia juga terlihat berbincang hangat dengan Rektor UNM saat ini, Prof Karta Jayadi, bersama Iksan Iskandar dan Andi Heri Iskandar.

Tak lama berselang, Adnan Purichta tiba dan menyalami para tokoh yang hadir, sebelum masuk ke ruang persemayaman untuk memanjatkan doa bagi almarhum.

Prof Karta Jayadi mengungkapkan bahwa sebelum wafat, Prof Paturungi sempat dirawat di rumah sakit karena keluhan pada kaki. 

Namun setelah keluar dari perawatan, ia menerima kabar duka atas wafatnya sang kakak, H Mappatunru Parawansa, mantan Sekda Provinsi Sulsel. 

Kabar tersebut menjadi pukulan berat bagi almarhum, yang kemudian mengalami penurunan kondisi kesehatan karena kehilangan nafsu makan.

"Awalnya hanya keluhan pada kaki. Namun setelah keluar dari rumah sakit dan mendengar kabar kakaknya wafat, beliau tampak sangat terpukul dan mulai enggan makan," kenang Prof Karta.

Prof Paturungi Parawansa bukan hanya dikenal sebagai akademisi dan rektor, tapi juga tokoh masyarakat yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Gowa pada periode 1971–1976.

Sosoknya dikenang luas sebagai pemimpin yang rendah hati, cerdas, dan berintegritas tinggi.

Rencananya, jenazah almarhum akan dimakamkan sore ini di Pekuburan Keluarga Parawansa, Desa Cilallang, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved