Demonstrasi Sulsel
Riri Riza dan Rumata' Artspace: Tragedi Makassar Adalah Cermin Krisis Kepercayaan
Rumata’ Artspace desak negara akhiri kekerasan dan dengarkan rakyat. Duka mendalam untuk para korban tragedi aksi Makassar.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Lembaga kebudayaan Rumata’ Artspace menyampaikan duka mendalam atas wafatnya sejumlah warga sipil dan mahasiswa dalam tragedi aksi massa di Kota Makassar, Jumat (29/9/2025).
Pernyataan sikap tersebut disampaikan langsung melalui akun Instagram resmi @rizariri, milik sutradara Riri Riza, yang juga merupakan tokoh seni asal Sulawesi Selatan.
Rumata’ Artspace menyebut tragedi itu bukan sekadar peristiwa kehilangan, melainkan refleksi dari krisis kepercayaan rakyat terhadap negara.
“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Keluarga besar Rumata’ Artspace menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan, tulang punggung keluarga. Rheza Sendy Pratama, mahasiswa Amikom Yogyakarta, serta Andika Lutfi Falah dan Iko Juliant Junior akibat kekerasan brutalitas aparat,” tulis mereka dikutip tribun-timur.com Selasa (2/9/2025).
Mereka juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya warga Kota Makassar dalam tragedi yang sama, yaitu Muhammad Akbar Basri, Saiful Akbar, Sarinawati, dan Rusmadiansyah.
Dalam rilis pernyataan sikap, Rumata’ menilai insiden ini sebagai bentuk pengabaian atas jeritan rakyat dan pembungkaman kritik di tengah elit kekuasaan mempertontonkan arogansi.
“Tragedi ini bukan hanya tentang warga sipil yang kehilangan nyawa, tetapi tentang rakyat yang diabaikan. Kebijakan negara semakin menghimpit dan membuat rakyat kehilangan kepercayaan. Suara kritis dibungkam, sementara para elit mempertontonkan arogansi, menjarah kekayaan negara, dan mengabaikan kesejahteraan rakyat sendiri,” tegasnya.
Baca juga: Warga: Tak Adil, Kenapa Hanya Driver Ojol Affan Diberi Rumah oleh Menteri, di Makassar Ada 9 Korban
Pernyataan Sikap Rumata’ Artspace:
Rumata’ Artspace sebagai bagian dari masyarakat sipil menyatakan:
Mengecam keras tindakan brutalitas dan represif aparat kepada warga serta rendahnya perlindungan terhadap hak demonstrasi.
Mendesak pemerintah menghentikan praktik pengabaian terhadap jeritan rakyat kecil yang menanggung beban ekonomi.
Mendesak pembatalan kebijakan dan tindakan yang mencederai rasa keadilan rakyat, menambah beban hidup masyarakat, dan hanya menguntungkan pihak berkuasa.
Mendesak partai politik agar mengevaluasi kualitas kader legislatif mereka. Lemahnya kapasitas anggota DPR dan DPRD dianggap telah menjatuhkan kepercayaan publik.
Mendorong seluruh lembaga negara, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, menghasilkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, terutama yang rentan, miskin, dan mengalami ketidakadilan.
Mendesak perhatian khusus untuk pemajuan kebudayaan di wilayah timur Indonesia seperti Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua, dengan mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan serta perlindungan hak asasi manusia, khususnya hak adat.
| Polisi Sita 2 Bom Molotov dari Penyusup Demo Mahasiswa di Bulukumba |
|
|---|
| Bupati Wajo Tunda Agenda Luar Daerah, Ikuti Instruksi Mendagri |
|
|---|
| Bupati Maros Tunda 2 Agenda Keluar Kota Imbas Demo, Fokus Jalankan Tugas Daerah |
|
|---|
| Gedung DPRD Sulsel Dibakar, KemenPU Siap Bantu Perbaikan Rp900 M se-Indonesia |
|
|---|
| Antisipasi Kerusuhan, Gedung Pinisi, Kantor Bupati, dan DPRD Bulukumba Punya Pintu Darurat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-09-02-riri-riza1.jpg)