DPRD Sulsel Dibakar
Gedung DPRD Sulsel Tak Layak Lagi Digunakan Usai Dibakar Massa, Sufriadi: Ini Adalah Rumah Rakyat
Sebagian besar ruang dan fasilitas di gedung parlemen luluh lantak akibat amukan massa.
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Munawwarah Ahmad
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gedung DPRD Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, tidak layak lagi digunakan setelah dibakar massa pada Kamis (29/8/2025) malam.
Sebagian besar ruang dan fasilitas di gedung DPRD Sulsel tersebut sudah tidak layak digunakan.
Wakil Ketua DPRD Sulsel, Sufriadi Arif menyebut nyaris seluruh ruang dan fasilitas luluh lantak akibat kebakaran.
"Hampir seluruh ruang dan bangunannya terbakar," kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu usai meninjau lokasi, Sabtu (30/8/2025) pagi.
Sufriadi tiba di lokasi sejak pukul 09.16 WITA.
Ia meninjau lokasi bersama dua legislator lainnya.
Yakni, Ketua Fraksi Partai Gerindra Fadel Muhammad Tauphan Ansar dan Ketua Fraksi Harapan (Hanura-PAN) Muh Irfan AB.
Namun, mereka belum bisa masuk ke gedung karena petugas pemadam kebakaran (Damkar) masih memadamkan sisa api.
Sufriadi menambahkan, pihaknya akan membahas secara internal lokasi kantor sementara bagi para anggota dewan.
"Kegiatan anggota dewan tentu tidak bisa berhenti," kata dia.
"Kami akan mendiskusikan lebih mendalam langkah-langkah yang akan kami ambil, termasuk di mana kami akan berkantor," tambahnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan puing-puing bangunan yang hangus, dengan dinding dan fasilitas kantor menghitam akibat terbakar.
Jalan Urip Sumoharjo yang biasanya padat lalu lintas tampak lengang.
Puluhan aparat TNI tampak berjaga di area gedung.
Sementara lima unit Damkar milik Pemkot Makassar terus memadamkan sisa api.
Dampak kebakaran tidak hanya mengenai gedung DPRD Sulsel.
Setidaknya empat bangunan lain juga terbakar, termasuk Kantor Bank Sulselbar dan Pos Satpol PP.
Sufriadi Arif juga mengimbau seluruh masyarakat untuk menahan diri.
"Ini adalah rumah kita, ini adalah rumah rakyat. Maka tentu harapan besar kami adalah, khususnya pada adik-adik mahasiswa, tidak ada persoalan yang tidak bisa kita selesaikan," ucapnya.
Baginya, meski kondisi gedung parlemen hancur terbakar, penyelesaian masalah harus tetap berjalan dengan kepala dingin.
Ia berharap mahasiswa dan masyarakat tidak terpancing emosi.
Sehingga situasi tetap kondusif.
"Maka tentu harapannya, ayo kita hadapi dengan kepala dingin," harap Sufriadi.
Terpisah, Muh Irfan, menyampaikan kesedihannya atas kebakaran gedung parlemen daerah.
"Kita sangat sedih. Gedung ini dibangun dari uang rakyat. Semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” ujar Muh Irfan.
Politisi PAN itu mengaku sangat menghormati tuntutan masyarakat.
Namun mengimbau mereka untuk tetap tenang.
Ia juga menyerukan agar semua pihak bekerja sama menjaga kedamaian dan stabilitas di Sulsel.
"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Sulsel yang kita cintai,” tambah Muh Irfan AB.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.