Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

226 Pasangan Nikah di Luwu Selama April, Mei 80 Orang Sudah Mendaftar

Kasi Bimas Kemenag Luwu, Baso Aqil Nas, mengatakan jumlah peristiwa nikah di Luwu memang sempat menurun pada awal 2026.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
NIKAH GEN Z - Kasi Bimas Kemenag Luwu, Sulawesi Selatan, Baso Aqil Nas, saat ditemui di ruangan kerjanya. Kemenag Luwu mencatat, angka peristiwa nikah selama dan sebelum Ramadan sempat menurun. Faktornya bukan semata Gen Z yang menunda menikah, melainkan waktu yang tidak sesuai. 

Ringkasan Berita:
  • Angka pernikahan di Indonesia menurun dalam 11 tahun terakhir, dari 2,1 juta pada 2014 menjadi 1,4 juta pada 2025.
  • Namun Kemenag Luwu menilai penurunan tersebut tidak sepenuhnya dipengaruhi generasi muda yang enggan menikah, melainkan faktor waktu dan momentum Ramadan.
  • Kemenag Luwu mencatat jumlah pernikahan sempat turun pada awal 2026, tetapi kembali meningkat setelah Ramadan dengan 226 pasangan menikah pada April. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU – Angka pernikahan di Indonesia mengalami penurunan dalam 11 tahun terakhir.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH), jumlah pernikahan nasional turun dari 2,1 juta pada 2014 menjadi 1,4 juta pada 2025.

Fenomena tersebut memunculkan anggapan bahwa generasi muda, khususnya Gen Z mulai enggan menikah karena persoalan ekonomi dan perubahan pola pikir.

Namun, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, menilai penurunan angka pernikahan tidak bisa disamaratakan di semua daerah.

Kasi Bimas Kemenag Luwu, Baso Aqil Nas, mengatakan jumlah peristiwa nikah di Luwu memang sempat menurun pada awal 2026.

Pada Januari tercatat 184 pasangan menikah, Februari 124 pasangan, dan Maret turun menjadi 94 pasangan.

Meski demikian, penurunan itu lebih dipengaruhi faktor waktu dan momentum Ramadan dibanding perubahan pola pikir generasi muda.

Baca juga: Bupati Luwu Batalkan Proyek Sekolah Terintegrasi Nasional Masuk Hutan Kayu Lara

“Kalau saya lihat bukan faktor Gen Z, tapi faktor waktunya. Karena kemarin kita ketemu Ramadan, sebelum puasa juga waktunya mepet,” ujarnya kepada Tribun-Timur.com, Rabu (13/5/2026).

Ia menyebut, angka pernikahan kembali meningkat setelah Ramadan.

Dibuktikan pada April 2026, jumlah peristiwa nikah di Kabupaten Luwu tercatat sebanyak 226 pasangan.

Sementara hingga 13 Mei 2026, sudah ada 80 pasangan yang menikah.

“Setelah Ramadan, baru banyak yang mendaftar,” katanya.

Baso Aqil menjelaskan mayoritas pasangan yang menikah berada pada rentang usia 19 hingga 29 tahun.

Sementara pasangan duda maupun janda yang menikah kembali hanya satu atau dua orang saja.

Menurutnya, ada banyak faktor eksternal yang memengaruhi seseorang menunda pernikahan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved