Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tak Mau Makan Demi Warga, Kisah Haru di Balik Wafatnya Ustaz Baso, Kades Bonelemo yang Mengabdi

Baso juga aktif dalam komunitas adat Banua Lemo serta Pengurs Wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tana Luwu

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Muh. Sauki Maulana
RUMAH DUKA - Suasana rumah duka mendiang Kepala Desa Bonelemo, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Baso. Ratusan masyarakat memadati rumah duka. Wakil Bupati Luwu, Muh Dhevy Bijak Pawindu juga berada di lokasi. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Warga Desa Bonelemo, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, berduka usai sepeninggal Ustad Baso.

Baso menjabat sebagai Kepala Desa Bonelemo periode 2020-2028 sekaligus mentor bagi para pemuda desa.

Selain menjabat sebagai orang nomor satu di desa, alumnus Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin ini aktif dikenal sebagai aktivis kebudayaan dan lingkungan.

Baso juga aktif dalam komunitas adat Banua Lemo serta Pengurus Wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tana Luwu.

Sosoknya yang bersahaja membuat ratusan pelayat memadati rumah duka di Desa Bonelemo.

Mendiang Baso diketahui berpulang pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 19.01 Wita malam, setelah hampir dua pekan dirawat di RS Tajuddin Halid, Kota Makassar.

Jasad Baso kemudian dibawa mobil ambulance menuju rumah duka sekitar pukul 10.00 Wita malam hingga tiba Senin dini hari.

Dari pantauan Tribun-Timur.com, rumah duka dipadati pelayat.

Papan ucapan duka berjejer di bahu kiri jalan.

Ucapan duka datang dari Direktur RS Batara Guru, Ketua Yayasan Stikes Datu Kamanre, hingga awak PT Masmindo Dwi Area.

Wakil Bupati Luwu, Muh Dhevy Bijak, Maddika Ponrang, Maddika Ponrang Andi Saddawero Kira Opu To Mannennungeng, anggota DPRD Sulsel Rusli Sunali, hingga Ketua TP PKK Luwu Kurniah Patahuddin terlihat di lokasi.

Sejumlah kepala dinas, camat, lurah,  kepala desa, tokoh adat, aktivis mahasiswa, dan organidasi NGO juga ikut melayat di rumah duka.

Tiga petak tenda yang didirikan tak cukup membendung ratusan pelayat yang hadir.

"Setelah lebaran Idulfitri beliau sudah dibawa ke Makassar untuk berobat. Setahu saya almarhum mengidap kanker. Kurang lebih dua pekan dirawat, tidak sadarkan diri," jelas Yudi salah seorang kolega mediang Baso di lokasi, Senin (13/4/2026).

Ucapan bela sungkawa juga datang dari mantan anggota DPRD Sulsel Fraksi PAN, Husmaruddin.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved