Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

UIN Alauddin Makassar

Cerita Patahuddin Jadi Sarjana Agama dan 'Tentara Kampus' di Depan 181 Junior UIN Alauddin Makassar

Sebanyak 181 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar memilih Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/Muh. Sauki Maulana
KKN UIN - Sebanyak 181 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Angkatan 78 resmi diterima Pemerintah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan Ruang Pola Kantor Bupati Luwu, Kamis (2/4/2026). Kepala Pusat Kajian Islam Sains dan Teknologi, Supardin berharap pengabdian ini tidak sekadar formalitas akademik, melainkan menjadi ladang pengembangan ilmu yang nyata. 

Menwa adalah komponen cadangan pertahanan negara yang berbentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di berbagai perguruan tinggi Indonesia.

Menwa bertugas melatih mahasiswa dalam kedisiplinan, bela negara, dan keterampilan semi-militer (seperti penggunaan senjata dan taktik) untuk mencetak pemimpin yang tangguh, profesional, dan berjiwa nasionalisme tinggi.

Menwa adalah tentara kampus yang melatih sikap militerisme di dalam kampus. 

Semboyan Menwa adalah Widya Castrena Dharma Siddha, yang berasal dari bahasa Sansekerta, memiliki arti "Penyempurnaan Pengabdian dengan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Keprajuritan".

Fungsi sebagai wadah mahasiswa untuk bela negara, Menwa berperan dalam penanganan bencana, pengabdian masyarakat, dan pengamanan lingkungan kampus.

Selain pendidikan formal, ia juga mengikuti pelatihan P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengalaman Pancasila) pada tahun 1990.

Menurutnya, KKN adalah momentum emas bagi mahasiswa untuk membuktikan kualitas diri di luar ruang kelas.

"Kehadiran kalian adalah amanah akademik sekaligus pengabdian mulia. Di lapangan nanti, kalian akan melihat langsung realitas sosial masyarakat dan memahami tantangan pembangunan di desa," ungkapnya.

Ia menekankan, pengalaman selama KKN adalah bekal untuk membentuk karakter yang tangguh dan peka terhadap isu sosial.

"Saya ingin rangkaian KKN ini berjalan lancar. Berikan manfaat bagi masyarakat Luwu, dan jadikan ini sebagai amal jariyah yang bernilai kebaikan," pungkasnya.

Pantauan Tribun-Timur.com, acara penyambutan ini dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, mulai dari Wakil Bupati Luwu, Muh Dhevy Bijak Pawindu, jajaran Forkopimda, hingga Penjabat Sekda Muhammad Rudi dan para kepala OPD.(*)

Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved