Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kebakaran Rumah Warga Ponrang Selatan Luwu saat Masak Buras, Kerugian Ditaksir Rp150 Juta

Peristiwa terjadi saat pemilik rumah, Hariati (63), sedang memasak buras dan ketupat untuk persiapan Lebaran.

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com
KEBAKARAN - Kebakaran hebat menghanguskan satu unit rumah semi permanen di Desa Bakti, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Jumat (20/3/2026). (Sumber: damkar/warga)  

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Kebakaran hebat menghanguskan satu unit rumah semi permanen milik warga di Lingkungan Tondotangnga, Desa Lanipa, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Jumat (20/3/2026) pagi.

Peristiwa terjadi saat pemilik rumah, Hariati (63), sedang memasak buras dan ketupat untuk persiapan Lebaran.

Api dengan cepat membesar dan melalap seluruh bangunan karena banyaknya material mudah terbakar di dalam rumah.

Hariati mengalami luka bakar di bagian tangan saat berusaha menyelamatkan barang berharganya dari dalam rumah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Luwu, Yusuf Djafar, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 06.11 Wita dari warga bernama Jumsida.

“Petugas dari UPT Damkar Wilayah II Ponrang langsung berangkat ke lokasi pukul 06.13 Wita dan tiba pukul 06.18 Wita dengan jarak tempuh sekitar lima kilometer,” kata Yusuf Djafar kepada Tribun-Timur.com, Senin (23/3/2026).

Sebanyak dua unit mobil pemadam dari sektor Ponrang dikerahkan ke lokasi, dibantu satu unit tambahan dari sektor induk Belopa.

Total 15 personel diturunkan untuk melakukan pemadaman.

Petugas berjibaku memadamkan api selama hampir satu jam hingga akhirnya kobaran berhasil dikendalikan.

“Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar 58 menit. Penanganan selesai pukul 07.13 Wita dalam kondisi aman dan terkendali,” ungkapnya.

Menurut keterangan korban, kebakaran diduga berasal dari kompor gas yang digunakan untuk memasak buras dan ketupat.

Saat kejadian, korban meninggalkan dapur untuk bersiap setelah menunaikan salat subuh.

“Saya sementara masak buras dan ketupat, karena masuk waktu salat terpaksa saya tinggalkan. Setelah itu api sudah membesar di bagian dapur,” ujar Hariati.

Ia mengaku, sempat kembali masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan barang berharga.

Namun kobaran api terlanjur membesar hingga sulit dikendalikan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved