Balita 2 Tahun Hilang di Luwu, Ditemukan Meninggal 5 Km dari Rumah
Balita berusia dua tahun, Muhammad Arsyaf, ditemukan meninggal dunia setelah dua hari hilang di Luwu.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Operasi pencarian Muhammad Arsyaf balita berumur dua tahun yang dilaporkan hilang di Desa Buntu Karya, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, berakhir duka.
Tim SAR Gabungan bersama warga menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (12/3/2026) pagi, setelah dua hari pencarian intensif.
Jasad korban ditemukan warga sekitar pukul 06.30 Wita pagi, mengapung di aliran air sejauh 5 kilometer dari titik awal lokasi jatuhnya korban.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, peristiwa nahas ini terjadi pada Rabu (11/3/2026) petang sekitar pukul 18.00 Wita siang.
Saat itu, Arsyaf sedang asyik bermain ponsel di dalam rumah.
Sementara orang tuanya sibuk membuat kue.
Hanya dalam hitungan menit, korban tidak lagi terlihat di dalam ruangan.
Keluarga menduga Arsyaf keluar rumah dan terpeleset ke tanggul pengairan yang tepat berada di belakang rumah mereka.
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Luwu, Karyadi, menyebut penemuan jasad korban berada cukup jauh dari lokasi kejadian akibat terseret arus pengairan.
"Korban ditemukan oleh warga pagi tadi dalam kondisi meninggal dunia. Jaraknya sekitar 5 kilometer dari titik awal diduga jatuhnya korban. Setelah dievakuasi dan dipastikan identitasnya, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga," bebernya kepada Tribun-Timur.com, Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 21.27 Wita malam.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR gabungan yang melibatkan TNI, Polri, Basarnas, BPBD, Damkar, hingga relawan dan warga setempat resmi dinyatakan berakhir.
"Operasi SAR kami tutup pada pukul 07.22 Wita. Kami berterima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dan masyarakat yang bahu-membahu melakukan pencarian sejak hari pertama," beber Karyadi.
Saat ini, jenazah balita Arsyaf telah berada di rumah duka untuk disemayamkan.
Menurut Warga, Sumarni, mengaku saat itu, ibu korban sempat meninggalkan anaknya di dalam kamar untuk mengambil pisang yang sedang dijemur di luar rumah.
Namun ketika kembali ke dalam kamar beberapa saat kemudian, anak tersebut sudah tidak berada di tempat.
“Panik melihat anaknya tidak ada di dalam rumah, ibu korban langsung berteriak meminta bantuan warga sekitar. Beberapa tetangga kemudian berdatangan dan ikut membantu melakukan pencarian di sekitar rumah dan lingkungan sekitar,” tandasnya. (*)
Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana
| Membaca Kekuatan 5 Kandidat Ketua Golkar Sulsel: Appi, IAS, Ina, RP, Usman |
|
|---|
| Asmo Sulsel Serahkan 15 Unit Motor Honda untuk PSM Makassar |
|
|---|
| Dukung Penuh Program Presiden, Puang Makka: GP Ansor Pendorong dan Bersinergi Pemerintah |
|
|---|
| Destinasi Baru di Gowa, Main Air Sulsel Tawarkan Sensasi Water Coaster Bertema Dinosaurus |
|
|---|
| Alasan Masjid Tua Tosora Wajo Jadi Pusat Harlah 92 Tahun GP Ansor Wilayah Sulsel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-13-maret-balita.jpg)