Jalan Rusak
68 Persen Jalan di Luwu Rusak Berat, Didominasi Permukaan Berkerikil
Dominasi jalan dengan kondisi rusak berat dirincikan mencapai 1.240,6 kilometer dari total 1.823,4 kilometer panjang jalan kabupaten Luwu.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Badan Pusat Statistik (BPS) memotret kondisi transportasi jalan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan pada tahun 2024.
Analisa BPS dikeluarkan dalam bentuk laporan tahunan dengan judul 'Luwu dalam Angka 2025'
Realitas menunjukkan kondisi jalan di Kabupaten Luwu cukup memprihatinkan.
BPS membuat empat kategori kondisi jalan: baik, sedang, rusak, dan rusak berat.
Persentase jalan dalam kondisi baik 24,11 persen, sedang 6,56 persen, rusak 1,29 persen, dan rusak berat 68,03 persen.
Dominasi jalan dengan kondisi rusak berat dirincikan mencapai 1.240,6 kilometer dari total 1.823,4 kilometer panjang jalan kabupaten.
Belum mulusnya perkara akses jalan ini juga dibuktikan dengan panjang menurut jenis permukaan.
Permukaan jalan berkerikil mendominasi dengan total panjang 1.039,41 kilometer.
Disusul permukaan jalan aspal dengan total panjang 468,55 kilometer.
Baca juga: 30 Tahun Menderita karena Jalan Rusak, Jl Mamoa Raya Makassar Akhirnya Dipaving: Makasih Pak Appi
Ditambah permukaan jalan tanah dengan total panjang 165,53 kilometer, dan permukaan jalan yang tidak spesifik dengan total panjang 149,51 kilometer.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Luwu, Ikhsan Asaad, mengaku persentase kemantapan jalan di Bumi Sawerigading sebesar 31,80 persen.
Artinya, infrastruktur jalan dalam keadaan rusak dan rusak berat persentasenya 68,20 persen.
Berbeda 0,17 persen dari data BPS yang menunjukkan angka 68,03 persen jalan rusak berat.
"Ciri jalan rusak itu jika permukaan jalan tidak dilapisi aspal atau beton, maka belum dapat dikategorikan jalan dalam keadaan mantap," bebernya kepada Tribun-Timur.com, Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 12.41 Wita siang di Belopa.
Kata Ikhsan, kualitas jalan tak lepas dari dua faktor. Diantaranya bencana alam dan beban tonase kendaraan yang melintas.
Ia mencontohkan peristiwa banjir bandang-tanah longsor yang menimpa Luwu pada tahun 2024 lalu.
Kondisi ini setidaknya mempengaruhi lima kecamatan yang menjadi titik fokus bencana hidrometeorologi itu.
"Kualitas jalan di kecamatan yang jadi fokus bencana banjir dan longsor dua tahun lalu. Seperti Latimojong, Bajo Barat, Bajo, Suli, dan Suli Barat," beber alumnus Teknik Sipil Universitas Hasanuddin (Unhas) itu.
Ikhsan tak menampik, alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 masih belum mencukupi untuk perawatan dan rehab jalan.
Hanya saja, ia optimis dengan trend kemantapan jalan yanh terus meningkat.
Menukil data dari BPS, kondisi jalan rusak berat dari 2023-2024 mengalami trend penurunan.
Baca juga: Berlubang dan Tergenang Saat Hujan, Jalan Rusak Tun Abdul Razak Akhirnya Segera Diperbaiki
Dari tahun 2022 dengan total panjang jalan 174,88 kilometer, kemudian 2023 dengan total panjang 277,51 kilometer, dan 2024 1240,61 kilometer.
"Tapi setidaknya kemantapan jalan terus naik," ujar Ikhsan.
Ia menambahkan, akibat pemangaksan DAK fisik juga mempengaruhi minimnya perbaikan dan perawatan jalan sepanjang tahun.
Menurutnya, Pemkab Luwu kini hanya mengandalkan Dana Alokasi Umum (DAU) untuk preservasi jalan.
"Kalau swakelola sekitar Rp2 miliar. Kalau pengaspalan sekitar Rp10 miliar," tandasnya.
Balai Jalan
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan merencanakan pengaspalan di Kabupaten Luwu hingga Kota Palopo.
Pengaspalan dimulai 12 Februari mendekati mudik Ramadan 1447 Hijriah hingga 31 Desember.
Khusus di Luwu, BBPJN menyasar wilayah Jl Poros Makassar-Palopo yang berlokasi di Kecamatan Larompong dan Suli.
"Berupa pemeliharaan rutin kondisi dan holding berupa penutupan lubang-lubang yang tersebar untuk wilayah Kabupaten Luwu Kota Palopo," jelas PPK 2.2 PJN Wilayah II Sulsel, Muhammad Rizal kepada Tribun-Timur.com, Senin (16/2/2026) sekitar pukul 11.03 Wita siang.
Kata Rizal, digelontorkan anggaran Rp34 miliar untuk pengaspalan dan pemeliharaan jalan.
Selain itu, akan ada rehabilitasi empat jembatan dan penanganan titik longsor di kilometer 374+600 mengarah Toraja.
"Rehabilitasi jembatan meliputi jembatan Tobemba, Suli, Bua, dan Tandung," ungkapnya.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan tahap mobilisasi alat berat menuju lokasi pengaspalan jalan.
"Mobilisasi peralatan di lapangan antara lain ekskavator, pemadat atau tandem roller, serta dump truck," terang Rizal.(*)
| Lelang Paket 6 Masuk Masa Sanggah, BMBK Sulsel Pastikan Jalan Moncongloe Maros Prioritas |
|
|---|
| Gubernur Sulsel Turun Tangan, Jalan Poros Moncongloe Mulai Ditangani, Talud dan Aspal Disiapkan |
|
|---|
| Tak Tunggu Pemerintah, Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak di Sinjai |
|
|---|
| 5 Tahun Rusak Parah, Jalan Penghubung Gowa–Sinjai Barat Dikeluhkan Warga |
|
|---|
| Progres Pengaspalan Jalan Hertasning 50 Persen, Terkendala Hujan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260305-Jalan-rusak-di-Luwu.jpg)