Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jalan Rusak

68 Persen Jalan di Luwu Rusak Berat, Didominasi Permukaan Berkerikil

Dominasi jalan dengan kondisi rusak berat dirincikan mencapai 1.240,6 kilometer dari total 1.823,4 kilometer panjang jalan kabupaten Luwu.

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Alfian
Instagram/@whira22_
JALAN RUSAK - Tangkapan drone kondisi jalan kerikil penuh lubang di Desa Salupao, Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Data BPS, kondisi jalan rusak berat di Luwu mencapai 68,03 persen. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Badan Pusat Statistik (BPS) memotret kondisi transportasi jalan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan pada tahun 2024.

Analisa BPS dikeluarkan dalam bentuk laporan tahunan dengan judul 'Luwu dalam Angka 2025'

Realitas menunjukkan kondisi jalan di Kabupaten Luwu cukup memprihatinkan.

BPS membuat empat kategori kondisi jalan: baik, sedang, rusak, dan rusak berat.

Persentase jalan dalam kondisi baik 24,11 persen, sedang 6,56 persen, rusak 1,29 persen, dan rusak berat 68,03 persen.

Dominasi jalan dengan kondisi rusak berat dirincikan mencapai 1.240,6 kilometer dari total 1.823,4 kilometer panjang jalan kabupaten.

Belum mulusnya perkara akses jalan ini juga dibuktikan dengan panjang menurut jenis permukaan.

Permukaan jalan berkerikil mendominasi dengan total panjang 1.039,41 kilometer.

Disusul permukaan jalan aspal dengan total panjang 468,55 kilometer.

Baca juga: 30 Tahun Menderita karena Jalan Rusak, Jl Mamoa Raya Makassar Akhirnya Dipaving: Makasih Pak Appi

Ditambah permukaan jalan tanah dengan total panjang 165,53 kilometer, dan permukaan jalan yang tidak spesifik dengan total panjang 149,51 kilometer.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Luwu, Ikhsan Asaad, mengaku persentase kemantapan jalan di Bumi Sawerigading sebesar 31,80 persen.

Artinya, infrastruktur jalan dalam keadaan rusak dan rusak berat persentasenya 68,20 persen.

Berbeda 0,17 persen dari data BPS yang menunjukkan angka 68,03 persen jalan rusak berat.

"Ciri jalan rusak itu jika permukaan jalan tidak dilapisi aspal atau beton, maka belum dapat dikategorikan jalan dalam keadaan mantap," bebernya kepada Tribun-Timur.com, Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 12.41 Wita siang di Belopa.

Kata Ikhsan, kualitas jalan tak lepas dari dua faktor. Diantaranya bencana alam dan beban tonase kendaraan yang melintas.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved