Banjir Luwu
Suli, Suli Barat dan Bua Jadi Titik Rawan Banjir Terbanyak di Luwu
Sebanyak 15 kecamatan di Luwu masuk kategori rawan banjir. Tiga wilayah mencatat sembilan desa terdampak.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
- BPBD Luwu, Sulsel mencatat 15 kecamatan rawan banjir akibat cuaca tak menentu dan potensi luapan sungai. Kecamatan Suli, Suli Barat dan Bua memiliki 9 desa rawan banjir.
- Di Lamasi Timur terdapat 8 desa siaga. Sementara di Dusun Cappie, Larompong, hampir 20 rumah terendam banjir pada Selasa (24/2/2026) menjelang berbuka puasa.
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Curah hujan yang tidak menentu menyebabkan sejumlah daerah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terendam banjir.
Kondisi cuaca yang sulit diprediksi juga menuntut kewaspadaan warga Kabupaten Luwu.
Berdasarkan data terbaru Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Luwu, Karyadi, peta kerawanan banjir tersebar di 15 kecamatan.
Beberapa wilayah mencatat angka kerawanan cukup tinggi karena banyaknya desa terdampak.
Tiga Kecamatan dengan Titik Terbanyak
Karyadi mengatakan Kecamatan Suli, Suli Barat dan Bua menjadi wilayah paling perlu diwaspadai.
Ketiganya memiliki sembilan desa atau kelurahan rawan banjir.
Di Kecamatan Suli, wilayah mulai Kelurahan Suli hingga Desa Towondu masuk radar pengawasan.
Di Suli Barat, desa seperti Poringan, Tallang hingga Kelurahan Lindajang menjadi langganan luapan air.
Sementara Kecamatan Bua mencatat kerawanan di wilayah pesisir dan dataran rendah seperti Desa Barowa dan Tanarigella.
Lamasi Timur dan Ancaman Luapan Sungai
Kecamatan Lamasi Timur memiliki delapan desa kategori rentan.
"Kawasan Pompengan menjadi titik paling kritis, di mana empat desa antara lain Pompengan, Pompengan Timur, Tengah, dan Pantai semuanya masuk dalam daftar siaga BPBD," bebernya kepada Tribun-Timur.com, Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 14.49 Wita.
Kecamatan Kamanre dan Ponrang masing-masing memiliki enam desa rawan banjir.
Di wilayah utara, Kecamatan Walenrang Utara mencatat lima titik rawan.
"Termasuk Kelurahan Bosso yang merupakan pusat keramaian di sana," ujar Karyadi.
Kecamatan Larompong dan Larompong Selatan masing-masing lima desa.
Kecamatan Walenrang Timur tiga desa.
Kecamatan Walenrang dan Bupon masing-masing dua desa.
Sementara Ponrang Selatan dan Bajo Barat masing-masing satu desa atau kelurahan.
Menurut Karyadi, wilayah tersebut memiliki karakteristik geografis yang mudah tergenang, terutama saat debit sungai meningkat dan drainase tidak mampu menampung air hujan.
"Kami terus memantau pergerakan cuaca dan kondisi debit air di titik-titik ini," katanya.
Larompong Kembali Banjir
Belum sepekan Ramadan, warga Dusun Cappie kembali terdampak banjir.
Peristiwa terjadi Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 18.07 Wita, menjelang berbuka puasa.
Warga Dusun Cappie, Kamal Khatib, membenarkan air Sungai Larompong meluap dan merendam hampir 20 rumah.
"Warna air yang meluap keruh, seperti biasa. Menyisakan lumpur sehabis banjir," ujarnya.
Ia menyebut hujan dengan intensitas sedang hingga deras terjadi seharian sebelum banjir.
"Tapi kita butuh lebih, langkah mitigasi. Terutama normalisasi sungai. Ini yang sampai saat ini belum dilakukan," tandasnya. (*)
Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana
| 5 Bendung Rusak di Luwu, Ribuan Hektare Sawah Terancam Gagal Tanam |
|
|---|
| Banjir Rendam 55 Rumah Warga di Walenrang Timur Luwu |
|
|---|
| Banjir Tutup Jalan Poros Makassar–Palopo di Larompong Selama 2 Jam |
|
|---|
| 5 Kali Cappie Luwu Terendam di Mei 2025, Jalan Rusak dan Sungai Makin Dangkal |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Banjir Rendam Larompong dan Larompong Selatan Luwu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-26-FEB-BANJIR-LUWU.jpg)