Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mengenal Ormat, Perusahaan Energi Panas Bumi Asal Israel - AS Garap Potensi Luwu Utara

Ormat Technologies berdiri pada 1965 di Yavne, Israel, didirikan pasangan insinyur Lucien dan Dita Bronicki.

Tayang:
Editor: Ansar
Tribun-timur.com
RONGKONG LOKASI ORMAT - Suasana Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara. PT Ormat Geothermal Indonesia akan eksplorasi panas bumi di Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – PT Ormat Geothermal Indonesia bersiap memulai tahapan eksplorasi panas bumi di Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Perusahaan ini merupakan bagian dari jaringan global Ormat Technologies, salah satu pemain utama industri energi panas bumi dunia.

Ormat Technologies berdiri pada 1965 di Yavne, Israel, didirikan pasangan insinyur Lucien dan Dita Bronicki.

Berawal dari perusahaan teknologi turbin, Ormat berkembang menjadi korporasi energi terbarukan yang kini berbasis di Amerika Serikat dan tercatat di Bursa Efek New York (NYSE) dengan kode saham ORA.

Selama lebih dari lima dekade, Ormat telah membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik panas bumi di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Kenya, Guatemala, Honduras, hingga Guadeloupe.

Total kapasitas terpasang yang dikelola perusahaan ini telah melampaui 1.500 megawatt (MW).

Di Indonesia, Ormat beroperasi melalui anak usahanya, PT Ormat Geothermal Indonesia.

Perusahaan ini telah menjalankan aktivitas bisnisnya di Tanah Air selama kurang lebih satu dekade dan terus memperluas portofolio proyeknya.

Pada awal 2026, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Ormat sebagai pemenang lelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Ranu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 8.K/EK.04/MEM.E/2026 tertanggal 8 Januari 2026.

WKP Telaga Ranu diperkirakan memiliki potensi cadangan energi sekitar 40 MW.

Selain itu, Ormat juga terlibat dalam pengembangan PLTP Ijen di Jawa Timur bersama anak usaha Medco Power yang kini telah beroperasi secara komersial.

Perusahaan ini juga memiliki kepemilikan saham dalam konsorsium proyek PLTP Sarulla di Sumatera Utara.

Indonesia menjadi pasar strategis bagi Ormat mengingat posisinya sebagai negara dengan cadangan panas bumi terbesar kedua di dunia.

Perusahaan ini bahkan menargetkan peningkatan investasi hingga mendekati US$1 miliar atau sekitar Rp16,2 triliun hingga 2030 untuk pengembangan sejumlah proyek panas bumi di Tanah Air.

Ekspansi terbaru menyasar potensi panas bumi di Kabupaten Luwu Utara.

Berdasarkan studi awal pada 2024, tahap awal proyek ini akan diawali dengan pengeboran tiga sumur eksplorasi.

Potensi daya yang bisa dihasilkan diperkirakan mencapai 30 MW dengan nilai investasi sekitar Rp1,5 triliun.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyebut investasi tersebut akan mendorong penguatan infrastruktur, termasuk akses menuju wilayah Seko.

Letak Indonesia yang berada di jalur Cincin Api Pasifik membuat potensi energi panas bumi sangat besar.

Berbeda dengan energi berbasis fosil, geothermal bersifat stabil sepanjang tahun dan tidak tergantung kondisi cuaca, dengan tingkat emisi gas rumah kaca yang relatif rendah.

Langkah Ormat di Luwu Utara menambah daftar investasi sektor energi dan pertambangan di kawasan Luwu Raya.

Sebelumnya, sektor nikel di Luwu Timur dikelola PT Vale Indonesia, sementara tambang emas di Kabupaten Luwu dikelola PT Masmindo Dwi Area.

Data realisasi investasi Sulawesi Selatan 2025 mencatat Luwu Timur dan Luwu masuk lima besar daerah penyumbang investasi.

Luwu Timur berada di peringkat kedua dengan nilai Rp4,2 triliun atau 21,53 persen dari total investasi Sulsel.

Sementara Luwu menyumbang Rp2,81 triliun atau 14,42 persen.

Dengan tambahan proyek panas bumi di Luwu Utara, kawasan Luwu Raya kian mengukuhkan diri sebagai salah satu pusat investasi energi dan sumber daya alam di Sulsel. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved