Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemekaran Luwu Raya

Kondisi Terkini Luwu Raya, Pendemo Sampaikan Permintaan Lain

Selama empat hari, Aliansi Wija to Luwu tetap bertahan di jalan menyuarakan aspirasinya lewat orasi.

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Muh. Sauki Maulana
PROVINSI LUWU RAYA - Jenderal Lapangan Aliansi Wija To Luwu, Alif Nugraha (21) mengaku akan tetap bertahan di jalan sampai tiga tuntutan demonstran dipenuhi. Salah satu tuntutannya ialah Memberikan akomodasi langsung untuk Aliansi Wija to Luwu ke Jakarta, untuk menyampaikan langsung aspirasi desakan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah di DPR RI dan Kemendagri. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Aksi unjuk rasa menunutut pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah masih berlanjut di Desa Marabuana, Kecamatan Walenrang Utara.

Selama empat hari, Aliansi Wija to Luwu tetap bertahan di jalan menyuarakan aspirasinya lewat orasi.

Demonstran melakukan blokade menggunakan batang kayu yang sengaja ditebang ke badan jalan.

Akibatnya kendaraan terjebak macet hingga 20 kilometer.

LUWU RAYA – Ribuan warga Luwu Utara menggelar aksi unjuk rasa di Monumen Masamba Affair, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Jumat (23/1/2026). Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi (Cicu) merespons aspirasi pemekaran Provinsi Luwu Raya
LUWU RAYA – Ribuan warga Luwu Utara menggelar aksi unjuk rasa di Monumen Masamba Affair, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Jumat (23/1/2026). Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi (Cicu) merespons aspirasi pemekaran Provinsi Luwu Raya (Tribun-timur.com)

Dari lokasi aksi, asap hitam masih mengepul, pertanda adanya ban bekas yang dibakar demonstran.

Tak jauh dari tempat orator berbicara, spanduk tuntutan masih dibentangkan di jalan.

Spanduk itu bertulis 'Aliansi Wija to Luwu Menggugat Mekarkan Luwu Tengah Menuju Provinsi Luwu Raya, Tunaikan Janji Proklamator'.

Secara bergantian, demonstran menyampaikan tuntutannya dihadapan masyarakat.

Demonstrasi ini mendapat dukungan warga.

PROVINSI LUWU RAYA - Sebuah eskavator tua dipasang melintang di badan jalan di Kelurahan Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Aksi ini bagian dari unjuk rasa menuntut pembentukan Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah.
PROVINSI LUWU RAYA - Sebuah eskavator tua dipasang melintang di badan jalan di Kelurahan Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Aksi ini bagian dari unjuk rasa menuntut pembentukan Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah. (Tribun-timur.com/Muh. Sauki Maulana)

Saat Tribun-Timur.com berada di lokasi aksi, seorang pengendara menyumbangkan dua dus air minum dalam kemasan.

Jenderal Lapangan Aliansi Wija to Luwu, Alif Nugraha (21) mengaku, pihaknya akan tetap bertaha di jalan.

"Aliansi Wija to Luwu ini menjadi hari keempat kami berdemonstrasi. Kami tetap konsisten melakukan orasi dan penutup jalan," jelasnya kepada Tribun-Timur.com, Senin (26/1/2026) saat ditemui di lokasi aksi.

Mahasiswa UMI Makassar ini menerangkan, aliansi memnuntut tiga permintaan kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Tuntutan itu, kata Alif, harus segera direalisasikan demi pembentukan DOB Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah.

Tuntutan itu diantaranya:

- Mendesak pemekaran Kabupaten Luwu Tengah bagaimanapun caranya, entah itu melalui jalur diskresi.

- Menunutut Kabupaten Luwu untuk segera mengalokasilan anggaran ke Walenrang-Lamasi untuk persiapan CDOB Kabupaten Luwu Tengah.

- Memberikan akomodasi langsung untuk Aliansi Wija to Luwu ke Jakarta, untuk menyampaikan langsung aspirasi desakan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah di DPR RI dan Kemendagri.

Alif menambahkan, demonstran akan tetap bertahan di jalan, sampai ketiga tuntutan itu direalisasikan.

"Kami akan terus melakukan aksi, hingga ada atensi langsung dari pemerintah daerah maupun pusat terkait pembentukan Luwu Tengah," bebernya.

Kendati jalan diblokade, jalur untuk kendaraan bersifat emergency tetap diprioritaskan.

"Kami tetap memberikan ruang kendaraan-kendaraan emergency seperti ambulance atau mobil yang membawa orang sakit," ungkapnya.

Salah seorang demonstran, menerangkan, unjuk rasa ini lahir dari keresahan masyarakat.

Masyarakat Walenrang-Lamasi menilai, telah lama terjadi ketimpangan pembangunan yang terjadi di daerahnya.

Itu disebabkan, jauhnya jarak Kecamatan Walenrang, Walenrang Barat, Walenrang Utara, Lamasi, dan Lamasi Timur ke Kota Belopa sebagai ibu kota kabupaten.

Jaraknya berkisar 77 kilometer jika ditempuh perjalanan darat.

Sekitar 1 jam 50 menit berkendara untuk bisa sampai ke Kabupaten Luwu.

"Kami masyarakat Walenrang-Lamasi, jadi jangan coba-coba menghentikan gerakan ini. InsyaAllah kita akan bersama menjadi Kabupaten Luwu Tengah menuju Provinsi Luwu Raya," terang salah satu orator.

Tak hanya itu, orator menilai, Luwu Raya sudah layak untuk mandiri dan berpisah di Provinsi Sulawesi Selatan.

Sebab Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Kota Palopo memiliki sumber daya alama (SDA) yang melimpah.

Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved