Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pernikahan Lintas Negara

Pernikahan Lintas Benua Hebohkan Warga Luwu, Calon Suami Tinggi 2,08 Meter

Warga Luwu heboh menyaksikan pernikahan lintas benua. Calon suami tinggi 2,8 meter dan mantan atlet basket jadi pusat perhatian.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN TIMUR/Muh. Sauki Maulana
PERNIKAHAN LINTAS BENUA - Muhammad Muhajir Nur (35), kakak mempelai perempuan, menjelaskan pernikahan Alifah Walidain Nur dengan Malik Maluil-Kuel Jok asal Sudan Selatan di Kantor KUA Kecamatan Bua Ponrang, Kabupaten Luwu, Senin (22/12/2025). Pernikahan lintas benua ini menarik perhatian warga setempat. 

Oleh karena itu, Muhajir lebih dulu memastikan latar belakang Malik.

“Sampai dengan akad nikahnya, kekhawatiran itu sudah menghilang. Awalnya memang kita (keluarga), saya sebagai kakaknya, otomatis mengecek, apakah ini betul atau tidak,” ujarnya.

Muhajir juga mengungkap latar belakang Malik yang pernah berkarier sebagai atlet basket profesional.

“Background Malik ini adalah atlet. Dulunya dia atlet basket. Sempat main di beberapa negara di Eropa, sebelumnya juga pernah bermain di Amerika sebelum memutuskan pensiun,” katanya.

Malik, sambung Muhajir, menjadi pria yang tumbuh dan besar di Amerika.

“Karakter budaya, sebenarnya si Malik hampir seluruhnya hidupnya dihabiskan di negara barat. Istilahnya western country. Jadi gaya dari Sudannya itu sudah tidak saya lihat. Yang saya lihat justru Amerikanya. Saya pernah tinggal di Australia, jadi saya bisa baca, dia Malik ini sudah Amerika,” terangnya.

Ia menegaskan, bagi keluarga, nilai agama menjadi hal utama yang dijaga.

“Nilai yang perlu dijaga, kami sebagai orang Luwu yang tinggal di Salumakarra, yang penting itu agamanya. Si Malik ini agamanya Islam sejak dari kecil. Bahkan bapaknya itu guru besar ilmu agama, bapaknya pernah di Al-Azhar, Eropa dan Amerika,” katanya.

Sebagai kakak, Muhajir berharap pernikahan adiknya dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang.

“Pesan ke adik, sebagai keluarga, kakak dari yang dipersunting warga asing ini, harapannya pernikahan menjadi contoh teman-teman di luar yang mungkin ragu. Bahwa ini mudah-mudahan menjadi inspirasi,” katanya.

Kepala KUA Bua Ponrang, Arifing, menerangkan tidak ada kendala selama pengurusan berkas pernikahan Alifah dan Malik.

“Kendala administrasi tidak ada, mungkin hanya persoalan waktu saja. Karena mereka butuh proses untuk mengurus di kedutaan,” kata pria lulusan UIN Alauddin Makassar itu.

Proses ijab kabul, sambung Arifing, berlangsung khidmat dan berjalan lancar.

“Prosesi ijab kabul pakai bahasa Arab,” tandasnya. (*)

Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved