Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Natal dan Tahun Baru

Cabai Rawit Merah Tembus Rp35 Ribu Jelang Nataru di Luwu

Sepekan jelang Natal dan Tahun Baru 2026, harga cabai rawit merah, bawang merah dan daging ayam broiler di Pasar Belopa, Luwu, Sulsel.

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN TIMUR/Muh. Sauki Maulana
HARGA CABAI - Pedagang menata bahan pokok di Pasar Tradisional Modern Belopa, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu, Selasa (16/12/2025). Sejumlah komoditas seperti cabai rawit merah, bawang merah, telur ayam ras, dan daging ayam broiler mengalami kenaikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Sejumlah harga bahan pokok di Pasar Tradisional Modern Belopa, Luwu, terpantau mengalami kenaikan sepekan jelang Nataru 2026. 
  • Komoditas yang naik antara lain cabai rawit merah, bawang merah, telur ayam ras, dan daging ayam broiler. Sementara beras, minyak goreng, dan gula pasir masih stabil. 
  • Pemkab Luwu berencana melakukan inspeksi pasar dan Gerakan Pangan Murah.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU – Sejumlah harga bahan pokok terpantau berubah sepekan menjelang Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Pasar Tradisional Modern Belopa, Kelurahan Sabe, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Pantauan Tribun-Timur.com, Selasa (16/12/2025), sebagian komoditas seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir masih stabil.

Salah satu pedagang, Hayati (30), mengaku belum ada kenaikan harga signifikan pada komoditas tersebut.

“Belum ada yang harganya naik,” kata Hayati di kios sebelah kiri pasar.

Harga beras medium masih dibanderol Rp13 ribu per kilogram.

Sementara beras premium merek Jempol dijual Rp14 ribu per kilogram.

Adapun beras SPHP harganya lebih rendah, yakni Rp12 ribu per kilogram.

Untuk minyak goreng kemasan, harga berkisar Rp22 ribu per kilogram.

Sedangkan gula kristal pasir dijual Rp18 ribu per kilogram.

Menurut Hayati, harga tersebut relatif stabil sejak November hingga Desember 2025.

Di depan kios Hayati, pedagang lain bernama Darliati (51) terlihat menjajakan berbagai kebutuhan pokok.

Khususnya bumbu dapur, di emperan pasar.

Darliati menyebutkan, harga cabai merah besar saat ini Rp42.500 per kilogram.

Harga tersebut turun dibandingkan November sempat mencapai Rp45 ribu per kilogram.

Penurunan harga juga terjadi pada cabai merah keriting.

Dari Rp45 ribu per kilogram pada November.

Kini turun menjadi Rp42.500 per kilogram.

Kenaikan harga justru terjadi pada komoditas cabai rawit merah dan bawang merah.

Pada November, harga cabai rawit merah masih Rp25 ribu per kilogram.

Kini naik menjadi Rp35 ribu per kilogram.

“Naik mi sekarang jadi Rp35 ribu,” jelas Darliati.

Harga bawang merah juga naik.

Dari Rp45 ribu per kilogram pada November.

Kini dibanderol Rp50 ribu per kilogram.

Darliati menduga kenaikan tersebut dipengaruhi pasokan bawang merah sebagian besar berasal dari Kabupaten Enrekang.

Pada pedagang lainnya, kenaikan harga juga terjadi komoditas telur ayam ras dan daging ayam broiler.

Harga daging ayam broiler tercatat naik dari Rp27.500 menjadi Rp35 ribu per kilogram sejak Oktober hingga Desember.

Adapun harga telur ayam ras naik dari Rp27 ribu menjadi Rp27.500 per rak.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Luwu, Ruslang, mengatakan kenaikan harga daging ayam broiler dan telur ayam ras dipengaruhi meningkatnya permintaan.

Salah satunya untuk kebutuhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Komoditas itu masih banyak diambil dari luar daerah,” ujar Ruslang saat ditemui di Belopa sekitar pukul 14.31 Wita.

Ia menyebutkan, pasokan daging ayam dan telur ayam ras paling banyak berasal dari Kabupaten Sidrap dan Bone.

Untuk menjaga agar harga tidak melonjak lebih tinggi, pihaknya akan melakukan inspeksi ke sejumlah pasar.

“Kita dalam waktu dekat akan jadwalkan turun ke pasar bersama Pak Bupati. Masih menunggu jadwalnya,” ungkap Ruslang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu, Andi Makkawaru, menyampaikan harga bahan pokok umumnya akan kembali melandai setelah momen Nataru.

“Insyaallah kami akan melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan inspeksi pasar menjelang Nataru. Biasanya harga beberapa komoditas akan berangsur normal kembali setelah Nataru,” jelasnya. (*)

Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana

 

 


 
 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved