Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

BPAN Tanah Luwu Rekrut Pemuda Adat, Teguhkan Komitmen Perjuangan

BPAN Tanah Luwu gelar rekrutmen pemuda adat di Palopo. Peserta dibekali isu adat, kearifan lokal, dan komitmen menjaga budaya leluhur.

Dok Dirga
MASYARAKAT ADAT - Peserta rekrutmen Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Tanah Luwu berfoto bersama usai mengikuti pembekalan di Kelurahan Kambo, Kota Palopo, 18–19 Oktober 2025. Peserta dibekali isu adat, kearifan lokal, dan komitmen menjaga budaya leluhur. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU – Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Tanah Luwu sukses rekrutmen pemuda adat di Kelurahan Kambo, Kota Palopo, 18–19 Oktober 2025.

Kegiatan ini bagian dari organisasi sayap Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dengan tema “BPAN Organisasi Ku, Gerakan Masyarakat Adat Perjuangan Ku.”

Rekrutmen diikuti perwakilan komunitas adat dari berbagai wilayah di Luwu Raya.

Masing-masing komunitas mengirim tiga utusan dari Rongkong, Rampi, Walenrang, Luwu Timur, Palopo, Tanarigella, dan Seko.

Total peserta 15 orang.

Selama dua hari, peserta mendapat pembekalan seputar isu masyarakat adat, potensi wilayah, serta pentingnya menjaga kearifan lokal dan kelestarian lingkungan.

Ketua BPAN Tanah Luwu, Wahid, menilai kegiatan ini membuktikan generasi muda adat masih memiliki komitmen kuat terhadap perjuangan masyarakat adat.

“Bagi kami, kekuatan adat tidak hanya pada ritual dan simbol, tapi juga pada kesadaran dan aksi nyata pemuda menjaga tanah serta budaya leluhur,” ujar Wahid, Senin (20/10/2025).

Ketua panitia pelaksana, Dirga, menyebut rekrutmen menjadi cara memperkuat pemahaman dan tanggung jawab pemuda adat.

“Banyak anak muda adat punya potensi besar tapi belum tahu harus mulai dari mana. Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka jalan agar mereka sadar dan terlibat dalam perjuangan,” jelasnya.

Selain diskusi dan materi, kegiatan juga diisi dialog antar komunitas serta nonton bareng film dokumenter tentang perjuangan menjaga wilayah adat.

Di akhir kegiatan, peserta menegaskan komitmen untuk tetap solid dan melanjutkan perjuangan masyarakat adat di wilayah masing-masing.

"Mereka sepakat, gerakan masyarakat adat tidak boleh berhenti di satu generasi, tetapi harus diwariskan dan diperkuat dari waktu ke waktu," beber Dirga.

Menurut mahasiswa asal Seko itu, rekrutmen BPAN Tanah Luwu tahun ini menjadi langkah kecil namun bermakna demi penguatan barisan pemuda adat yang berdaya, berdaulat, dan menjaga masa depan Tanah Luwu.(*)

Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved