Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Affan Dilindas Rantis, Komunitas Ojol Luwu Suarakan Duka

Ojol Belopa Luwu berduka atas kematian Affan yang tewas dilindas rantis Brimob saat demo. Mereka tuntut keadilan.

Muh Sauki/video amatir
DUKA OJOL - Rafly Eka Amrizal (19), pengemudi ojek online di Kota Belopa, Kabupaten Luwu, Sulsel, kesal atas kematian rekannya Affan Kurniawan (21). Affan meninggal dunia setelah ditabrak dan dilindas mobil rantis Brimob Polri di Jakarta. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU – Kematian Affan Kurniawan akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) milik anggota Brimob di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam, memicu amarah warga.

Affan, pengemudi ojek online, meninggal dunia di usia 21 tahun setelah sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Insiden terjadi saat aparat membubarkan massa demonstrasi usai aksi di depan Kantor DPR RI.

Video amatir beredar memperlihatkan momen tragis itu.

Rantis Barracuda Brimob melaju di tengah kepanikan massa dan menabrak Affan yang berusaha menghindar.

Dalam rekaman lain, terlihat Affan masih terkapar.

Sementara rantis Brimob kabur tanpa bertanggung jawab.

Beberapa warga dan pengemudi ojek online marah mengejar dan memukuli mobil Barracuda tersebut.

Ungkapan solidaritas datang dari Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Salah satunya dari pengemudi ojek online Draiv, Rafly Eka Amrizal, di Kota Belopa.

Rafly sudah menjadi pengemudi ojek online sejak 2022, saat masih duduk di bangku sekolah.

Usianya kini 19 tahun, hanya terpaut dua tahun dari Affan.

Itulah membuat Rafly sangat kesal saat pertama kali melihat video Affan dilindas rantis Brimob.

“Setelah melihat video korban yang dilindas Rantis Brimob dari rekan-rekan Instagram ojol yang lain, saya merasa sangat kesal,” ujarnya kepada Tribun-Timur.com, saat ditemui di Taman Andi Benni, Kota Belopa, Jumat (29/8/2025).

“Padahal kalau pelan-pelan juga kan tidak apa-apa. Karena saya dapat video lain, orang yang di dalam aman ji,” tambahnya.

Rafly merasa terpukul atas kematian Affan, rekannya sesama pengemudi ojek online.

Ia turut berduka dan menyayangkan tindakan terhadap korban.

“Saya turut prihatin atas kejadian semalam. Dan sangat menyayangkan apa yang terjadi kepada korban,” bebernya.

Rafly menyebut komunitas Draiv Belopa akan membicarakan aksi solidaritas atas meninggalnya Affan.

“Aksi solidaritas mungkin ada. Masih dibicarakan. Kami total ada 30 orang pengemudi Draiv motor dan mobil. Semua sudah tahu, karena dishare (video) di grup tadi malam. Reaksi teman-teman yang lain meluap-luap juga emosinya,” akunya.

Ia berharap otoritas terkait mengusut kasus ini hingga tuntas.

“Harapan saya agar kasus ini bisa diusut dan dituntut hukuman yang setimpal sesuai dengan perbuatannya,” ujarnya.

Rumah Duka

Baca juga: Kalimat Diucapkan Kapolri ke Keluarga Ojol Korban Tewas Dilindas Rantis Brimob Saat Demo

Dikutip dari Wartakotalive.com, mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, melayat ke rumah duka Affan Kurniawan di Jalan Cepu III, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).

Anies mengenakan kemeja biru dan kopiah hitam, tiba pukul 08.50 WIB.

Ibu Affan tak kuasa menahan tangis melihat jasad anaknya yang terbaring di depannya.

“Anak saya enggak ada pak,” teriaknya.

Setibanya di rumah duka, Anies berbincang dengan dua orang berseragam TNI dan warga sekitar.

Saat masuk ke tempat jenazah dibaringkan, ibu korban langsung berteriak ke Anies seolah meminta pertolongan.

Sambil menangis, ibu Affan yang duduk di sisi kanan jenazah anak keduanya itu meluapkan emosinya.

Ia menggenggam erat tangan Anies hingga membuat mantan Gubernur Jakarta itu duduk merunduk lebih dari tiga menit.

Anies memberikan kalimat penenang dengan berbisik. Ibu Affan kemudian mulai tampak tenang.

Selain ibu korban, Anies juga berbincang dengan adik, ayah korban, dan sejumlah pelayat.

Suasana duka menyelimuti rumah pengemudi ojek online yang tewas tergilas rantis Brimob saat demonstrasi di Pejompongan.

Warta Kota melaporkan, jenazah Affan Kurniawan terbujur kaku dan diselimuti kain jarik.

Di sisi kanan, ibu korban termenung dengan air mata berlinang. Adik perempuan korban menatap kosong jasad kakaknya sambil menyeka air mata.

Di sisi kiri, kakek dan nenek korban hanya bisa termenung menatap jasad cucunya.

Di depan almarhum, kakak Affan juga menatap kosong jenazah adiknya, tanpa berkedip dan tak menghiraukan pelayat yang datang silih berganti.

Suasana rumah duka berselimut kelabu.

Warga dan komunitas ojol bergantian datang menyampaikan belasungkawa.

Meski tak sanggup berkata, ibu korban mencoba tetap tegar sembari menyalami pelayat.

“Saya cuma minta keadilan,” ucap Zakaria, ayah korban, Jumat pagi.

Zakaria tak menyangka putra keduanya, yang setiap hari membantu mencari nafkah, telah berpulang.

“Saya enggak mau lihat videonya, enggak sanggup,” katanya.(*)

Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana

 

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved